
PROBOLINGGO (wartadigital.id) – Kabut tipis perlahan bergeser, membuka panorama megah Gunung Batok yang berdiri kokoh berdampingan dengan Gunung Bromo.
Dari ketinggian Seruni Point, bentang alam yang selama ini hanya dinikmati dari sejumlah titik pandang, kini tersaji dengan sensasi berbeda melalui Bromo Sky Bridge, destinasi wisata yang menghadirkan pengalaman baru menikmati pesona Bromo dalam satu kawasan.
Bukan sekadar menawarkan sensasi berjalan di atas jembatan kaca, Bromo Sky Bridge memadukan panorama alam pegunungan, ruang bersantai, fasilitas modern hingga spot terbaik menikmati keindahan Bromo.
Konsep tersebut menjadikan kawasan Seruni Point sebagai destinasi yang tidak hanya dikunjungi untuk berfoto, tetapi juga tempat menghabiskan waktu bersama keluarga maupun sahabat.
Membentang sepanjang 120 meter di atas jurang sedalam sekitar 83 meter, setiap langkah di atas lantai kaca menghadirkan perpaduan antara adrenalin dan kekaguman akan bentang alam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Dari titik ini, wisatawan dapat menyaksikan keindahan Gunung Bromo, Gunung Batok hingga Gunung Semeru dalam satu bentang panorama yang memikat.
Pengalaman itu semakin lengkap dengan hadirnya Bromo Sky Cafe yang terdiri atas tiga lantai dan menyuguhkan panorama langsung ke arah kawasan Bromo.
Pengunjung juga dapat menikmati suasana santai di Kopi Dewa 19, didukung area parkir yang luas, fasilitas toilet yang nyaman serta masjid yang pada Jumat (3/7/2026) lalu telah digunakan untuk pelaksanaan Salat Jumat perdana.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi mengatakan, kehadiran Bromo Sky Bridge menjadi langkah strategis dalam memperkaya pilihan destinasi wisata di kawasan Bromo.
“Selama ini wisatawan datang menikmati sunrise dan panorama Bromo. Kini mereka memiliki pilihan pengalaman baru yang lebih lengkap. Kehadiran Bromo Sky Bridge beserta fasilitas pendukungnya diharapkan mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan, memperkuat daya tarik pariwisata Kabupaten Probolinggo sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” katanya.
General Manager Bromo Sky Bridge Bambang Heriwahjudi menegaskan, pengelola akan terus melakukan pengembangan kawasan agar mampu menghadirkan pengalaman wisata yang semakin beragam.

“Saat ini kami sedang menyiapkan konsep Bromo Sky Fashion Summit, meskipun masih dalam tahap pembahasan. Dalam waktu dekat kami juga akan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan kegiatan menarik di kawasan Bromo Sky Bridge,” ujarnya.
Menurut Yudi, kolaborasi tersebut akan melibatkan penyelenggara Jazz Gunung, Artotel serta sejumlah komunitas melalui berbagai agenda seperti lomba bartender, trail run hingga kegiatan motor trail bersama Komunitas Prabu Probolinggo.
Beragam kegiatan itu diharapkan mampu menghadirkan pengalaman wisata yang lebih dinamis sekaligus menghidupkan kawasan Seruni Point sebagai ruang berkumpul bagi wisatawan maupun komunitas.
“Fasilitas akan terus kami lengkapi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung. Namun yang paling utama adalah memastikan aspek keamanan. Ketika wisatawan merasa aman dan nyaman, mereka akan menikmati pengalaman yang berkesan dan ingin kembali lagi,” tambahnya.
Bromo Sky Bridge dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Wisatawan domestik dapat menikmati wahana jembatan kaca dengan tarif Rp55.000, sedangkan wisatawan mancanegara dikenakan tarif Rp110.000.
Kesan mendalam juga dirasakan Ibu Bambang Tejo, wisatawan asal Surabaya yang datang bersama keluarganya. Baginya, keindahan panorama yang tersaji membuat rasa khawatir saat pertama kali melangkah di atas jembatan kaca seketika hilang.
“Pengalamannya sangat menarik. Udaranya segar, pemandangannya luar biasa indah dan saya sama sekali tidak merasa takut saat berjalan di atas jembatan kaca. Tempat ini benar-benar mantap. Nanti teman-teman juga akan saya ajak ke sini supaya mereka ikut menikmati keindahan Bromo dari tempat ini,” tuturnya.
Perpaduan panorama pegunungan yang mempesona, wahana ikonik, fasilitas yang terus berkembang serta berbagai agenda kolaborasi yang tengah disiapkan menjadikan Bromo Sky Bridge lebih dari sekadar jembatan kaca.
Destinasi ini menjadi wajah baru pariwisata Kabupaten Probolinggo yang menawarkan pengalaman menikmati Bromo dari perspektif berbeda, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Indonesia. pbo, oli





