
JAKARTA (wartadigital.id) – Pegiat media sosial Helmi Felis menyoroti wacana kenaikan biaya naik haji yang mulanya dari Rp 39 juta jadi Rp 69 juta yang disampaikan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Ia pun menyebutkan bahwa Gus Yaqut akan menyulitkan orang yang akan beribadah.
“Tahun 2022 udah naik jadi 39 juta, eh sekarang naik lagi jadi Rp 69 juta. Ini mentri agama kok menyulitkan orang beribadah,” ucapnya dikutip dari Twitter pribadinya, Jumat (20/1/2023).
Ia pun menyinggung Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai atasan Menag yang tidak pernah menegur aksi kontroversial yang dilakukan oleh pembantunya tersebut.
“Ajaibnya jokowi tidak pernah bersuara dengan aksi Mentri Agama yang semaunya ini. Kebijakan rezim jokowi tidak pernah pro rakyat kecil, sadis!” tulisnya lagi.
Untuk diketahui Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2023 sebesar Rp 98,8 juta per calon jemaah. Namun demikian, dari BPIH itu hanya 70 persen di antaranya yang dibebankan kepada jemaah haji atau sebesar Rp 69 juta. Sementara, 30 persen sisanya ditanggung oleh dana nilai manfaat sebesar Rp 29,7 juta.
Secara akumulatif, komponen yang dibebankan pada dana nilai manfaat sebesar Rp 5,9 triliun.
“Tahun ini pemerintah mengusulkan rata-rata BPIH per jemaah sebesar Rp 98.893.909, ini naik sekitar Rp 514 ribu dengan komposisi BIPIH Rp 69.193.733 dan nilai manfaat sebesar Rp 29.700.175 juta atau 30 persen,” kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks MPR/DPR Senayan Jakarta, Kamis (19/1/2022).
Artinya, biaya haji tahun ini hampir dua kali lipat tahun lalu yang hanya sebesar Rp 39,8 juta. Ongkos ini juga lebih tinggi dibandingkan 2018 sampai 2020 lalu yang ditetapkan sebesar Rp35 juta.
Menurut Yaqut, kebijakan ini diambil untuk menjaga keberlangsungan dana nilai manfaat di masa depan. Ia menilai pembebanan BPIH harus mengedepankan prinsip keadilan.
Untuk itu, pemerintah memformulasikan BPIH dalam rangka menyeimbangkan besaran beban jemaah dan keberlangsungan dana nilai manfaat di masa depan. thy