
SURABAYA (wartadigital.id) – Perolehan donasi Dana Abadi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada gelaran Wisuda ke-134 ITS secara keseluruhan hingga sesi terakhir mengalami peningkatan signifikan dengan capaian sebesar Rp 421.309.031 dari 2.502 transaksi per pukul 11.30 WIB, Minggu (25/10/2026). Donasi tersebut terkumpul dari partisipasi wisudawan, keluarga, dan tamu undangan selama rangkaian wisuda yang berlangsung selama enam sesi di bulan Oktober 2026 ini.
Capaian tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan perolehan donasi pada dua periode wisuda sebelumnya. Pada Wisuda ke-132 ITS, donasi yang terkumpul mencapai Rp 177.253.039, sedangkan di Wisuda ke-133 ITS mencatat Rp 103.884.797. Peningkatan ini menjadi wujud partisipasi masyarakat dalam mendukung keberlanjutan pendidikan dan pengembangan ITS melalui Dana Abadi.
Direktur Lembaga Pengelola Dana Abadi (LPDA) ITS Dr Eng Kriyo Sambodho ST MEng menjelaskan bahwa Dana Abadi ITS hadir sebagai alternatif pembiayaan pendidikan untuk membantu menjawab tantangan biaya pendidikan yang tidak sedikit. “Dana Abadi ITS ini berupaya untuk memperluas akses pendidikan dan mendukung mahasiswa agar dapat menyelesaikan studinya dengan baik,” ujar dosen Departemen Teknik Kelautan ITS ini dalam keterangan tertulis.
Salah satu fokus utama pemanfaatan Dana Abadi ITS saat ini adalah pemberian beasiswa bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan finansial. Upaya ini sejalan dengan komitmen ITS untuk memastikan tidak ada mahasiswa ITS yang putus kuliah hanya karena keterbatasan biaya. Melalui dukungan tersebut, Dana Abadi ITS turut berperan dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang lebih inklusif.
Hingga saat ini, Dana Abadi ITS telah menyalurkan beasiswa senilai total Rp 14,69 miliar kepada 2.438 mahasiswa penerima manfaat. Bantuan tersebut diberikan melalui sejumlah skema beasiswa yang disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa, mulai dari bantuan biaya hidup hingga pembiayaan uang kuliah tunggal (UKT).
Skema dengan alokasi terbesar, menurut lelaki yang akrab disapa Dhodot ini, adalah Beasiswa Bantuan Biaya Hidup KIP Kuliah (KIP-K) Skema 2, yakni sebesar Rp 10,196 miliar untuk 1.708 mahasiswa. Selanjutnya, Beasiswa UKT telah menyalurkan Rp 2,324 miliar kepada 570 mahasiswa, sedangkan Beasiswa Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI)/Sumbangan Pengembangan Akademik (SPA) mencapai Rp 1,582 miliar untuk 46 mahasiswa.
Dukungan pendidikan juga diberikan melalui Beasiswa Pemimpin Masa Depan sebesar Rp 375 juta bagi 50 mahasiswa, Beasiswa Lustrum XIII senilai Rp 78 juta bagi 13 mahasiswa, serta Beasiswa Pemuda Tangguh sebesar Rp 134 juta bagi 65 mahasiswa. “Beragam skema tersebut mencerminkan upaya ITS dalam menjangkau mahasiswa dengan kebutuhan dukungan pendidikan yang berbeda,” kata Dhodot.
Langkah ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin ke-10 mengenai Berkurangnya Kesenjangan, khususnya dalam mendukung akses pendidikan yang inklusif dan merata. Dengan pengelolaan dana yang bertanggung jawab, Dana Abadi ITS diharapkan terus menjadi salah satu pilar pendukung bagi mahasiswa untuk meraih masa depan tanpa terkendala keterbatasan finansial. rya





