
JAKARTA (wartadigital.id) – Peringatan HUT ke-21 Ling Tien Kung di TMII Jakarta, Minggu (25/10/2026) pagi berjalan meriah. Dua agenda penting dalam peringatan tersebut, yakni seremonial HUT dan Rakornas ke-4 Ling Tien Kung juga sukses digelar.
Sekitar 11.300 anggota Ling Tien Kung dari berbagai Nusantara membanjiri ibukota Indonesia, Jakarta. Mereka antusias dan berhasil memputihbirukan TMII Jakarta. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota Ling Tien Kung yang hadir pada acara HUT pagi ini. Terus rekatkan tali persaudaraan kita. Bersatu dan bersama seperti yang dicita-citakan Lao Shi Awiek Widjaja (pencipta terapi gerak Ling Tien Kung,” kata Shane Feldo Widjaja, Penasihat Perkumpulan Ling Tien Kung Indonesia, organisasi yang menaungi Ling Tien Kung.

Ling Tien Kung yang sudah menyembuhkan ribuan anggotanya tanpa alat, tanpa obat dan tanpa ragat, sudah terbukti menyehatkan dan menyembuhkan berbagai penyakit anggota masyarakat. Karenanya kehadiran Ling Tien Kung yang lahir pada 2005 di Surabaya itu semakin diminati oleh masyarakat. “Mari kita sebarkan ilmu ini untuk membantu masyarakat dalam hal kesehatan. Terutama terkait dengan penyembuhan dan kesehatan masyarakat,” kata Shane
Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Ling Tien Kung Indonesia Brigjen Pol (P) Drs Edy Prawoto SH, MHum mengatakan, dua puluh satu tahun bukanlah waktu yang singkat. Perjalanan panjang ini sudah diisi dengan pengabdian, perjuangan, kebersamaan, suka duka, sebagai pengalaman yang membentuk perjalanan Ling Tien Kung sampai hari ini. Karena itu, peringatan HUT ini jangan dianggap hanya sebagai sebuah perayaan.
“Ini harus menjadi kesempatan bagi kita untuk melihat kembali, darimana kita berasal. Apa yang sudah kita lakukan. Apa yang harus kita jaga dan kemana Ling Tien Kung kita bawa,” kata Edy.

Dalam kesempatan itu, Edy mengajak semua anggota menundukkan kepala sejenak untuk mengenang dan menyampaikan rasa hormat serta terima kasih yang sebesar besarnya kepada Lao Shi, pendiri dan pencipta Ling Tien Kung.
Dalam laporannya, Ketua Panitia HUT H Zaini mengatakan, peserta HUT sekitar 11.300. “Ini merupakan rekor tertinggi. Selamat. Selamat kepada semuanya atas suksesnya acara ini ” kata Zaini.
Jalannya HUT diawali dengan sambutan-sambutan. Gongnya, yakni pelepasan 21 merpati. Selanjutnya diisi dengan penampilan berbagai kesenian dari berbagai daerah hingga demo grakan tingkat menengah.
Pada acara Rakornas telah menghasilkan beberapa kesepakatan. Di antaranya, perlunya standarisasi gerakan. Terutama gerakan Tingkat Dasar hingga perlunya Koordinator Otonom (Kortom) untuk melakukan FGF secara berkala. erf