wartadigital.id
Headline Pendidikan

Dosen FIB Unair Masuk Nominasi Festifal Film Indonesia 2021

Karya Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair Kukuh Yudha Karnanta berhasil masuk dalam jajaran nominasi kategori Karya Kritik Film Terbaik.

 

SURABAYA (wartadigital.id) Festifal Film Indonesia (FFI) tahun 2021 baru saja merilis daftar nominasinya. Yang membanggakan, salah satu nama dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) berhasil masuk dalam jajaran nominasi kategori Karya Kritik Film Terbaik. Dia adalah Kukuh Yudha Karnanta SS, MA.

Menjadi nominasi dalam ajang penghargaan tertinggi bagi dunia perfilman Indonesia dan bersaing dengan empat penulis lain tentu membuat dosen yang biasa disapa Kukuh itu sangat senang. Menurutnya, kegiatan menulis adalah hobi dan pekerjaannya selama ini. Ketika hobinya tersebut mampu membawanya menjadi nominasi, Kukuh menganggap itu sebagai bonus dan kebahagiaan tersendiri.

“Bisa mendapat nominasi adalah suatu bonus. Kalaupun nggak dapat ya tidak masalah karena di dalam hobi itu tidak ada penyesalan, yang ada justru keasyikan,” ungkapnya, Selasa (12/10/2021).

Lebih lanjut, dia menceritakan bahwa nominasi tersebut berhasil diraihnya melalui karya berjudul Going Gaga Kejahanaman: Martabat dan Pandangan Dunia Perempuan Tanah Jahanam yang merupakan kritik terhadap film Perempuan Tanah Jahanam. Meskipun film yang dinobatkan sebagai Film Panjang Terbaik pada FFI 2020 lalu itu bergenre horor dan banyak menceritakan kematian, namun Kukuh menilai film tersebut sebenarnya berbicara tentang martabat dan kehidupan.

Dalam menulis artikelnya, dosen yang dinobatkan sebagai dosen terbaik FIB pada 2020 lalu itu menyebut dirinya membutuhkan waktu sekitar satu bulan saat liburan semester untuk menyelesaikan tulisannya.

“Kalau tidak di masa liburan, rasanya mustahil punya waktu luang untuk konsentrasi dan fokus menulis. Jadi, saya bersyukur upaya saya itu bisa mendapatkan nominasi” ujarnya.

Terakhir, Kukuh berharap untuk ke depannya nanti semakin banyak lagi orang yang menulis kritik film. Menurutnya, kritik film merupakan hal yang penting bagi perkembangan dan ekosistem produksi film.

“Semoga Unair juga lebih peka terhadap potensi-potensi para penulis yang tidak hanya di dunia film saja, tapi juga sastra, budaya, literasi, dan bidang lainnya karena itu mampu memberi dampak besar untuk prestasi kampus,” harapnya. rya

Related posts

Operasionalkan 2 Kapal Tanker Raksasa, PIS Siap Menjadi yang Terdepan di Bisnis Marine & Logistik

redaksiWD

Obati Kangen Kampung Halaman, Gubernur Khofifah Ajak PMI Makan Bersama Ketupat Sayur dan Lepet

redaksiWD

Kemenkes Pastikan Covid-19 Varian Lambda Belum Masuk Indonesia

redaksiWD