
SURABAYA (wartadigital.id) – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali memperkuat jejaring akademik internasional melalui kuliah tamu yang diselenggarakan di Bayero University Kano (BUK) Nigeria.
Dosen Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin(FTMM) Dr Fadjar Mulya SSi MSc, menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan kuliah tamu internasional itu bertajuk Computational Approaches in Nanochemistry: From Advanced Materials to Biomolecular and Drug Research yang berlangsung pada Rabu (1/7/2026) di AA Rasheed Board Room, Faculty of Physical Sciences, Bayero University Kano. Kegiatan itu dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas dan departemen, profesor, peneliti, hingga ratusan mahasiswa.

Pada kesempatan tersebut, Fadjar memaparkan pemanfaatan peran pendekatan komputasi dan pemodelan molekul dalam mendukung pengembangan material fungsional. Menurutnya, pemanfaatan desain komputasi membantu peneliti memahami karakteristik material lebih efisien, sehingga proses penelitian dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat.
“Pendekatan komputasi berperan dalam riset biomedis melalui prediksi interaksi molekul sebelum pengujian eksperimental sehingga proses pengembangan obat baru menjadi lebih efisien dan cepat,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7/2026).
Perkuat Kolaborasi Internasional
Penyelenggaraan kuliah ini menjadi tindak lanjut penguatan kerjasama antara UNAIR dan Bayero University Kano (BUK) dari pertemuan World University Association for Community Development (WUACD) Summit 2026 yang diselenggarakan pada 21–23/6/2026 di Bali.
Kehadiran Dr Fadjar Mulya SSi MSc sebagai pembicara menjadi salah satu bentuk implementasi kerja sama Bayero University Kano dalam pengembangan jejaring internasional. Tujuannya untuk memperluas kolaborasi riset dan pertukaran akademik.
Rangkaian kegiatan kuliah tamu ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Guru besar, dosen, peneliti, dan mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi mengenai perkembangan riset nanokimia komputasi sekaligus peluang kolaborasi akademik di masa mendatang. nti





