
SURABAYA (wartadigital.id) – Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri mendorong percepatan pembangunan infrastruktur jalan seperti proyek pelebaran Jalan Wiyung-Menganti. “Percepatan pembangunan jalan tidak hanya berkaitan dengan kelancaran lalu lintas, tetapi juga berpengaruh terhadap pergerakan ekonomi antar kawasan,” katanya di Surabaya, Jumat (11/9/2026).
Kaji Ipuk sapaan akrabnya, mengatakan pembangunan dan peningkatan kapasitas jalan merupakan bagian dari perencanaan kota agar konektivitas antarwilayah semakin baik.
Menurutnya, infrastruktur jalan yang memadai, akan mempercepat mobilitas masyarakat sekaligus distribusi barang dan kegiatan ekonomi. “Ketika jalan memadai, jalan memenuhi syarat, maka gerakan ekonomi, pergerakan ekonomi akan terjadi percepatan,” ucapnya.
Sebaliknya, kemacetan dinilai dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi karena waktu tempuh dan biaya distribusi menjadi lebih tinggi. Sehingga, konektivitas antara Surabaya dengan wilayah di sekitarnya perlu terus diperkuat.
Ia mencontohkan koridor Wiyung-Menganti yang menjadi salah satu akses penting antara Surabaya dengan wilayah Gresik. Penguatan jaringan jalan di kawasan tersebut dinilai dapat memperlancar pertukaran aktivitas ekonomi antara daerah. “Surabaya memungkinkan ke Gresik, pertukaran atas ekonomi dan lain sebagainya, maka jalan semakin kita prioritaskan. Ini sama dengan menyiapkan diri kita menuju kemampuan mandiri dalam bidang ekonomi, kekuatan ekonomi,” ujarnya.
Ia menyebut pelebaran Jalan Wiyung-Menganti juga perlu dilihat dalam konteks keterhubungannya dengan Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB). Konektivitas tersebut diharapkan dapat mempercepat pergerakan dari kawasan barat Surabaya menuju jaringan jalan strategis, termasuk akses ke kawasan Pelabuhan Teluk Lamong.
Namun, Kaji Ipuk mengingatkan pembangunan infrastruktur di Surabaya masih memiliki sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan, termasuk rencana pengembangan jaringan jalan yang menghubungkan kawasan utara hingga timur kota.
Menurutnya, sejumlah proyek infrastruktur tersebut sempat mengalami penundaan akibat pandemi COVID-19 dan berbagai kendala pembangunan. Karena itu, proyek yang sudah direncanakan dan dibutuhkan masyarakat diminta tidak kembali terhenti. “Target untuk jalan Wiyung maupun JLLB ini kan dari dulu. Targetnya kan dulu, di masa saya Ketua Komisi itu 2023 selesai. Tetapi itu ada COVID-19, dan lain hal,” katanya.
Kaji Ipuk menegaskan, pembangunan yang telah dirancang pemerintah harus memiliki kepastian penyelesaian sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat. “Di era Pak Eri harus selesai semua. Harus selesai,” katanya. ike, ara





