wartadigital.id
Headline Nasional

Dukung Target BKKBN dalam Penurunan Prevalensi Stunting, Bayer Luncurkan Program Better Farming, Better Life

Pencanangan kegiatan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi bersama mitra kerja tahun 2021.

 

JAKARTA (wartadigital.id)   – Dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia, Bayer Indonesia, perusahaan global dengan kompetensi di bidang kesehatan dan pertanian meluncurkan Program Better Farming, Better Life sebagai inisiatif pemberdayaan holistik yang ditargetkan untuk petani kecil.

Program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya KB yang benar bagi keluarga petani kecil, termasuk mengelola gizi yang baik selama 1.000 hari pertama kehidupan. Sebagai percontohan, Program Program Better Farming, Better Life Bayer diluncurkan di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di mana 1,4 juta (52%) penduduknya bekerja di sektor pertanian. Kota atau kabupaten yang menjadi sasaran program ini antara lain Belu Timor Tengah Utara dan Kupang di NTT.

Presiden Direktur PT Bayer Indonesia Kinshuk Kunwar menjelaskan sejalan dengan visi Bayer: Health for All, Hunger for None, Bayer telah berdedikasi untuk menyediakan keberlanjutan terkait dengan komitmen Bayer di 3 bidang, yakni perawatan kesehatan perempuan, perawatan kesehatan diri secara mandiri, dan ketahanan pangan. Melalui solusi Better Farming, Better Life, program yang diterapkan dengan menggunakan kondisi dan konteks lokal yang unik, Bayer dapat mendukung petani kecil untuk meningkatkan produktivitas mereka untuk menyediakan makanan bagi keluarga, memelihara lingkungan mereka, dan melindungi planet ini.

“Kami di Bayer percaya bahwa meningkatkan kesehatan dan imunitas perempuan di pedesaan melalui pengetahuan kesehatan reproduksi, pendidikan keluarga berencana, suplementasi vitamin dan mineral, serta makanan bergizi  yang lebih baik dapat membantu mempercepat penurunan angka stunting,” katanya, Selasa (28/9/2021).

Program Better Farming, Better Life sejalan dengan kerjasama antara BKKBN dan Kementerian Pertanian untuk mempercepat penurunan stunting dengan meningkatkan asupan gizi yang cukup. Penyebab risiko stunting bersifat multi faktorial, penyebab utamanya adalah mal nutrisi terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, dari awal kehamilan (konsepsi) sampai anak berusia dua tahun.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada tahun 2018, prevalensi stunting di NTT masih tertinggi di Indonesia, yaitu 42,6%, dibandingkan 30,8% secara nasional. Sedangkan menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 angka kelahiran di NTT masih tinggi, di mana setiap perempuan masih memiliki tiga sampai empat anak.

Kepala BKKBN Dr  (HC) dr Hasto Wardoyo SpOG(K) menjelaskan pihaknya sangat mengapresiasi dan menyambut baik Program Better Farming, Better Life yang dicanangkan oleh Bayer Indonesia dalam membantu BKKBN dan Kementerian Pertanian mencapai target penurunan prevalensi stunting di Indonesia bagian Timur, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dari data yang dihimpun BKKBN, terdapat 17.000 keluarga di Indonesia Timur memiliki risiko tinggi untuk mendapatkan bantuan pencegahan stunting. Makanan bergizi yang cukup dan program keluarga berencana yang baik tidak hanya mempengaruhi kelangsungan hidup anak, tetapi juga kemampuan mereka untuk tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal. “Keluarga berencana membantu melindungi perempuan dari segala risiko kesehatan yang mungkin terjadi sebelum, selama, atau setelah melahirkan. Oleh karena itu, dengan adanya kemitraan dengan Bayer ini, kita bersama dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas kehidupan keluarga petani, menciptakan akses yang lebih efektif terhadap edukasi pentingnya KB dan kontrasepsi oral, serta memenuhi kebutuhan nutrisi mereka,” tambah Dr Hasto.

Perlu diketahui bahwa kekurangan mikronutrien, vitamin dan mineral merupakan masalah kesehatan masyarakat yang banyak dialami masyarakat yang kurang terjangkau, dengan kelompok perempuan dan anak-anak menjadi kelompok sangat rentan. Oleh karena itu, Bayer percaya pemberdayaan petani perempuan dan istri petani dengan pengetahuan perawatan kesehatan diri akan bermanfaat bagi diri mereka sendiri, anggota keluarga, dan lingkungan mereka dalam mencegah stunting, terutama selama pandemi Covid-19, di mana kekebalan kesehatan sangat penting.

“Kami bangga dapat meluncurkan Program Better Farming, Better Life dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia bersama BKKBN. Program ini adalah program pertama Bayer yang mengaplikasikan inisiatif pemberdayaan petani kecil secara holistik melalui peningkatan kesehatan reproduksi keluarga, penerapan sistem KB, pemberian edukasi mengenai perawatan kesehatan diri serta mentransfer pengetahuan teknologi pertanian untuk hasil pertanian yang optimal. Melalui implementasi program ini, kami berharap dapat mempercepat realisasi komitmen Bayer di Indonesia pada tahun 2030, termasuk mendukung 4 juta petani kecil melalui penyediaan akses teknologi pertanian, asuransi, finansial dan pasar, memberikan  akses pendidikan dan kontraprestasi kepada satu juta petani perempuan dan istri petani, serta menjangkau satu juta masyarakat yang tinggal di tengah komunitas yang rentan per tahunnya melalui pendidikan perawatan diri dan akses terhadap vitamin dan mineral,” tutup Kinshuk. set

Related posts

Menteri BUMN Tugasi Boy Robyanto Nakhodai Pelindo III

redaksiWD

AS – Taliban Sepakat Izinkan Evakuasi Warga Sipil di Bandara Kabul Afghanistan

redaksiWD

Buru Covid, Aplikasi Tracing Besutan Alumni dan Mahasiswa Sistem Informasi Unair

redaksiWD