Erdogan Tolak Tekanan AS untuk Putuskan Hubungan dengan Hamas

Anadolu Agency
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan

 

ANKARA (wartadigital.id) – memutuskan hubungan sejarah Ankara dengan Hamas setelah operasi Hamas.

Bacaan Lainnya

Pejabat tinggi AS merasa khawatir mengenai hubungan masa lalu saat petinggi Hamas melakukan kunjungan ke Turki.

Meskipun Wakil Menteri Brian Nelson belum mendeteksi adanya aliran uang dari Turki untuk Hamas sejak 8 minggu lalu, ia tetap tegas berpendapat Ankara pernah memberikan dana bantuan kepada Hamas di masa lalu.

Oleh karena itu, ia khawatir adanya pendanaan dari Turki ke Hamas pada masa depan.

Ia meminta untuk segera menggunakan undang-undang setempat untuk membatasi potensi transfer dana di masa depan.

Pada Sabtu, Erdogan mengatakan Washington sangat menyadari Turki tidak memandang Hamas sebagai organisasi teroris. Erdogan kemudian menekankan bahwa Hamas adalah partai politik di Palestina.

“Pertama-tama, Hamas adalah realitas Palestina, mereka adalah partai politik di sana dan mereka mengikuti pemilu sebagai partai politik dan menang,” katanya dikutip dari macaubusiness,  Senin (4/12/2023).

Ia juga menegaskan bahwa kebijakan luar negeri di Ankara dibuat hanya untuk rakyat Turki. “Kami membentuk kebijakan luar negeri kami di Ankara dan merancangnya hanya berdasarkan kepentingan Turki dan harapan rakyat kami,” kata Erdogan.

Menurutnya, langkah kebijakan luar negerti Turki adalah kebijakan yang tepat dalam konflik kemanusiaan ini. Ia juga berharap, pejabat tinggi AS menghargai keputusan Turki dalam hal ini.

“Saya yakin lawan bicara kami menghargai langkah kebijakan luar negeri Turki yang konsisten dan seimbang dalam krisis dan konflik kemanusiaan,” terangnya.

Tukang Jagal Gaza

Sementara itu Erdogan dalam pidatonya pada Senin (4/12/2023) menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai “tukang jagal Gaza” dan “kita sedang bersiap untuk mengadilinya”.

Berbicara mengenai serangan Israel terhadap Gaza, Erdogan menegaskan PBB yang didirikan untuk keamanan global, bahkan tidak dapat melindungi pegawainya sendiri dari barbarisme Israel. “Pembantaian Israel semakin cepat, saya salut kepada Gaza yang melakukan perlawanan,” katanya.

“Netanyahu, yang saat ini menjadi penjagal Gaza, akan diadili sebagai Penjagal Gaza, sama seperti Milosevic,” tegas Erdogan merujuk pada mantan pemimpin Serbia yang didakwa oleh pengadilan internasional atas kejahatan perang terkait dengan warga Bosnia, Kroasia dan perang Kosovo pada tahun 1990-an.

Sementara dalam perkembangan terbaru, pada Senin, Belanda akan dihadapkan dengan tuntutan hukum yang mengklaim keterlibatannya dalam mengekspor komponen jet tempur F-35 ke Israel berimplikasi pada kejahatan perang di Gaza.

Gerakan Houthi Yaman menargetkan dua kapal Israel pada Minggu dengan satu drone bersenjata dan rudal angkatan laut, menurut juru bicara militer kelompok tersebut.

Israel akan memburu Hamas di Lebanon, Turki dan Qatar bahkan jika hal itu memakan waktu bertahun-tahun, menurut kepala badan keamanan dalam negeri Israel Shin Bet dalam rekaman yang disiarkan lembaga penyiaran publik Israel Kan pada Minggu.

Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) pada Minggu meminta Israel menghormati aturan perang internasional dan mengatakan dia mempercepat penyelidikannya atas kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki. ini, trb