
Di sinilah gadis dari kasta Dalit dikremasi paksa oleh para pelaku pemerkosaan termasuk pendeta di New Delhi India.
NEW DELHI (wartadigital.id) – Perkosaan dengan korban anak-anak kembali terjadi di India. Kasus ini memicu munculnya demo besar di jalan-jalan di New Delhi India , sejak beberapa hari terakhir. Demo itu sebagai puncak kemarahan masyarakat setelah anak gadis sembilan tahun diperkosa ramai-ramai, dibunuh dan jasadnya dikremasi paksa. Di sisi lain, keluarga gadis tersebut menuntut keadilan bagi putrinya semata wayangnya.
Ratusan demonstran turun ke berbagai jalan, memegang spanduk bertuliskan “berikan keadilan kepada gadis kecil itu”. Para pengunjuk rasa juga menuntut hukuman mati bagi empat pria yang dituduh melakukan kejahatan tersebut.
Korban, yang berasal dari kasta Dalit—kasta terendah di India—adalah puteri dari pasangan pemulung miskin yang mengemis di sebuah kuil di daerah Nangli Delhi.
Dia awalnya diminta oleh ayahnya untuk mengambil air dari pendingin krematorium terdekat pada hari Minggu. Ketika dia tidak kembali, Ibunya mencarinya dan menemukan tubuh puterinya yang tidak bergerak tergeletak di bangku.
Lidah korban dilaporkan membiru dan ada memar di beberapa bagian tubuhnya. Ibu tersebut didekati oleh pendeta krematorium dan tiga orang lainnya yang mengklaim puterinya tersengat listrik saat mengambil air. Namun Ibu korban tak percaya. Mereka lantas menuntut tubuh korban segera dikremasi. “Pulanglah dan tidur. Jangan berteriak dan menangis tentang ini,” kata Ibu itu menirukan ucapan pendeta kepada saluran berita NDTV,Kamis (5/8/2021).
“Ketika saya pergi ke sana, dia memberi tahu saya bahwa puteri saya sudah meninggal. Saya bertanya bagaimana dia meninggal. Saya menyuruh mereka untuk menekan ‘100’ dan menelepon polisi. Dia menolak,” kata Ibu gadis itu.
Ibu gadis itu mengatakan pendeta terus menekannya untuk segera mengkremasi jenazah dan melarangnya menelepon polisi. “Dia mengatakan jika Anda menelepon polisi akan ada kasus pengadilan yang panjang, puteri saya akan dibawa ke rumah sakit di mana polisi dan dokter akan mengambil organnya dan menjualnya,” imbuh Ibu korban.
Keluarga gadis itu menuduh seorang pendeta Hindu yang bekerja di krematorium setempat dan rekan-rekannya memperkosa gadis itu. Mereka kemudian mengkremasi tubuh gadis itu tanpa persetujuan keluarga tersebut pada Minggu.
“Jasad korban kemudian dikremasi,” kata Wakil Komisaris Polisi Delhi Barat Daya Ingit Pratap Singh.
Komunitas Dalit telah lama menghadapi diskriminasi dan pelecehan di India, dengan serangan meningkat sejak awal pandemi virus corona. Ini jadi kasus terbaru kekerasan seksual yang menargetkan komunitas “tak tersentuh” yang berada di bagian paling bawah hirarki kasta India.
Kepala Menteri Delhi Arvind Kejriwal menulis di Twitter bahwa serangan terhadap gadis kecil itu “barbar” dan “memalukan”.
“Ada kebutuhan untuk memperbaiki situasi hukum dan ketertiban di Delhi,” tulis dia, yang menambahkan bahwa berencana bertemu dengan keluarga gadis itu.
Pemimpin Kongres oposisi Rahul Gandhi membela korban dengan menulis di Twitter. “Puteri seorang Dalit juga puteri negara”.
India dianggap sebagai salah satu tempat paling berbahaya di dunia untuk wanita. Data Kementerian Dalam Negeri India dari tahun lalu mengatakan seorang wanita diperkosa setiap 15 menit di negara itu.
Kebanyakan kejahatan seksual dan bentuk-bentuk kejahatan lainnya menargetkan kaum Dalit yang terpinggirkan. riz, ajz, sin