Gempa M 7,8, Korban Tewas di Seluruh Turki dan Suriah Mencapai Lebih dari 300 dan 2.000 Terluka

Bangunan hancur setelah gempa dahsyat berkekuatan magnitude 7,8 mengguncang Turki dan negara sekitarnya, Senin (6/2/2023).

 

ANKARA (wartadigital.id) – Gempa susulan terus terjadi setelah guncangan dahsyat berkekuatan magnitudo (M) 7,8 memporak-porandakanTurki dan negara sekitarnya, Senin (6/2/2023).

Bacaan Lainnya

Selain Suriah, Lebanon dan Israel melaporkan getaran yang dirasakan di negara itu mencapai  M6. Namun, belum didapat informasi korban di Israel maupun di Lebanon.

Sementara di Suriah, korban tewas akibat gempa terus bertambah.  Sedikitnya 237 orang tewas dan 639 lainnya luka-luka, seperti dilaporkan CNN dengan mengutip sumber Kementerian Kesehatan.

Hingga Senin siang, korban tewas resmi di seluruh Turki dan Suriah mencapai lebih dari 300, dengan hampir 2.000 terluka. Korban diperkirakan bisa terus bertambah mengingat banyak gedung luluh lantak dan dikhawatirkan terjebak reruntuhan.

Kementerian Pertahanan Suriah mengatakan pihaknya akan memobilisasi semua unit, formasi, dan institusinya di semua gubernuran untuk memberikan bantuan segera dan bantuan mendesak kepada penduduk yang terkena dampak gempa. Juga  mencari orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan, dan untuk merawat korban yang terluka.

Badan bencana Turki telah meminta bantuan dari komunitas internasional untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan bagi korban.

Israel telah dengan sigap memberikan bantuan darurat ke Turki, seperti yang disampaikan Menteri Pertahanan Israel Yoav Galant dalam pernyataannya.

Gempa Senin menjadi salah satu yang terkuat yang melanda Turki dan sekitarnya dalam lebih dari 100 tahun. Pusat gempa berada pada kedalaman 24,1 kilometer (atau 14,9 mil), sekitar 23 kilometer (atau 14,2 mil) timur Nurdagi, Provinsi Gaziantep, menurut Survei Geologi AS. rmo