wartadigital.id
Headline Manca

Ibu Muda Bunuh Balita, Gara-gara Tangisnya Ganggu Hubungan Seks dengan Kekasih

 

Kaylee-Jayde Priest.

BIRMINGHAM (wartadigital.id) – Ibu muda di Inggris ini benar-benar hilang kendali.  Gara-gara aksi kejamnya dia dijatuhi hukuman penjara 15 tahun atas tuduhan membunuh anak perempuannya yang berusia tiga tahun. Korban dibunuh karena tangisannya dianggap mengganggu hubungan seksnya dengan sang kekasih.

Nicola Priest ( 23)  dan kekasihnya Callum Redfern (22)  dijatuhi hukuman masing-masing 15 tahun dan 14 tahun pada Jumat setelah dinyatakan bersalah atas pembunuhan Kaylee-Jayde Priest ( 3).

Kaylee-Jayde Priest ditemukan tewas di flat tempat dia tinggal bersama Ibunya, Nicola Priest, pada 9 Agustus tahun lalu, beberapa hari setelah Nicola mengirim pesan ancaman akan membunuh anak itu.

Hukuman penjara dijatuhkan oleh Pengadilan Crown Birmingham pada Jumat kemarin. Hakim menggambarkan bagaimana cedera Kaylee telah ditimbulkan dalam serangan “ganas”.

Para ahli menyamakan lukanya dengan luka seorang anak yang ditabrak mobil dengan kecepatan 40mph, atau jatuh dari lantai tiga.

Nicole mengaku telah menelepon 999 tetapi hakim menjatuhkan vonis setelah mendengar keterangan bahwa anak itu sudah meninggal sebelum Nicole menelepon nomor darurat tersebut.

Korban yang digambarkan di pengadilan sebagai “anak yang ceria dan bahagia”, meninggal karena luka serius di dada dan perut yang diderita di flat mereka di Solihull.

Pemeriksaan medis kemudian menunjukkan korban juga menderita cedera historis termasuk patah tulang rusuk, patah tulang kaki bagian bawah dan patah tulang dada. “Anda kehilangan kesabaran dan menjadi pihak dalam penyerangan yang merenggut nyawa Kaylee,” kata Hakim David Foxton QC seperti dikutip dari Evening Standard, Sabtu (7/8/2021).

Di persidangan mereka, Priest yang “tergila-gila”  dan kekasihnya saling menyalahkan. Memenjarakan pasangan itu pada Jumat kemarin, hakim mengatakan Kaylee ditidurkan sekitar jam 19.00 malam, sementara pasangan ini pergi berhubungan seks di kamar Nicola Priest.

“Tapi seperti banyak anak seusianya, Kaylee tidak ingin pergi tidur, tetapi untuk begadang dan bermain,” kata hakim.

Dia mengatakan tidak ada bukti langsung tentang apa yang terjadi selanjutnya, tetapi Kaylee kemudian muntah berulang kali, kemudian meninggal karena luka-lukanya. “Muntah adalah hasil dari pemukulan parah yang Anda berdua lakukan padanya,” kata hakim.

“Tidak diragukan lagi kesal dengan Kaylee yang menangis, meminta untuk dikeluarkan, itu mengganggu kalian berdua ketika ingin berhubungan seks,” ujarnya lagi.

“Anda kehilangan kesabaran dan menjadi pihak dalam penyerangan yang merenggut nyawa Kaylee,” imbuh dia. sin, esd

Related posts

Eri Cahyadi Dapat Lencana Penghargaan Jer Basuki Mowo Beya Emas

redaksiWD

Silaturahim dengan Perantau Asal Jatim di Kepri, Gubernur Khofifah Imbau Mereka Tak Mudik Lebaran Tahun Ini

redaksiWD

Penutupan Rumah Ibadah Saat PPKM Darurat Dianulir, MUI Beri Apresiasi

redaksiWD