wartadigital.id
Headline Nasional

Ini Revisi Syarat Perjalanan Internasional Setelah PPKM Resmi Diperpanjang

Salah satu revisi persyaratan testing di moda transportasi udara sekarang disamakan di setiap level .

 

JAKARTA (wartadigital.id) – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 merilis Surat Edaran No 18 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Covid-19 menyusul perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1-4.

Regulasi itu diterbitkan bersama Surat Edaran No 17 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019. Dengan berlakunya dua SE tersebut, maka SE No 16 Tahun 2021 dan SE No 8 Tahun 2021 yang sebelumnya mengatur hal yang sama dinyatakan tidak berlaku.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito menjelaskan kebijakan baru tersebut efektif berlaku mulai 11 Agustus 2021 hingga waktu yang ditentukan kemudian.

“Surat edaran ini selaras dengan dengan ketentuan tentang perpanjangan PPKM yang mulai berlaku hari ini. Para pelaku perjalanan mesti diatur agar mobilitas yang terjadi tidak menjadi sumber penularan baru Covid-19,” jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (11/8/2021).

Secara umum, ketentuan yang diatur dalam Surat Edaran No 18 Tahun 2021 itu tidak berbeda jauh dengan yang sebelumnya. Namun, terdapat beberapa perubahan. Salah satunya persyaratan testing di moda transportasi udara disamakan di setiap level yang sebelumnya untuk level 3 dan 4 hanya menggunakan RT PCR, sekarang untuk semua level dapat menggunakan 2 x 24 jam RT PCR atau 1 x 24 jam Antigen.

“Persyaratan surat vaksinasi minimal menggunakan dosis pertama dan berlaku untuk semua level. Sebelumnya aturan ini hanya wajib untuk level 3 dan 4,” demikian keterangan resmi Satgas Penanganan Covid-19.

Perubahan lain pada syarat perjalan Internasional adalah kelompok pelaku perjalanan internasional khusus yang mendapat pengecualian syarat vaksinasi. Mereka ini adalah WNA pemegang visa diplomatik dan dinas sesuai mekanisme TCA, WNA yang masuk ke Indonesia hanya untuk transit penerbangan keluar dari wilayah Indonesia , WNA usia anak di bawah 18 tahun, WNA pemegang KITAS dan KITAP, dan pelaku perjalanan kondisi kesehatan khusus yang memang tidak bisa divaksinasi.

“WNA yang belum divaksinasi dan dapat dilayani vaksinasinya di Indonesia adalah mereka yang berusia 12-17 tahun serta pemegang KITAS dan KITAP. Selain itu, penetapan tempat karantina dan pemberlakukan tes pembanding untuk RT-PCR kedua,” bunyi pengumuman Satgas Penanganan Covid-19.

Beberapa pesyaratan yang harus diikuti para pelaku perjalanan, antara lain:

  1. Penentuan tempat akomodasi karantina perlu mendapatkan rekomendasi Satgas Penanganan Covid-19 setelah memenuhi syarat dari PHRI dan Kementerian/Dinas kesehatan terkait urusan sertifikasi protkes Covid-19.
  2. Dapat melakukan tes PCR pembanding terhadap hasil pemeriksaan ke-2 (yang dilakukan pada hari ke-7 karantina) dengan mengisi form dari KKP/Kementerian bidang kesehatan dengan biaya ditanggung oleh pelaku perjalanan sendiri.
  3. Pemeriksaan tes PCR pembanding dilakukan di RS yang telah ditetapkan (RSCM, RSPAD, RS Polri untuk wilayah Jakarta). Sementara untuk di daerah dapat dilakukan di fasilitas kesehatan milik pemerintah seperti RS, Puskesmas atau Lab).

Sementara itu, berdasarkan SE Kemenhub No 62 Tahun 2021, diatur sejumlah klausul baru, yakni:

  1. mewajibkan penumpang pesawat udara untuk mencantumkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada saat reservasi tiket, baik reservasi yang dilakukan melalui kanal penjualan Badan Usaha Angkutan Udara maupun melalui kanal penjualan lainnya yang telah bekerjasama dengan Badan Usaha Angkutan Udara
  2. mewajibkan penumpang pesawat udara untuk menggunakan Sistem Informasi Satu Data Covid-19 PeduliLindungi. ren, bis

Related posts

Janji Pakai Cara Humanis, TNI dan Polri Siap Boyong Pasien Isoman ke Gejos

redaksiWD

IKA Unair hingga Perwakilan Wisudawan Ingatkan Peran Penting Lulusan Kampus

redaksiWD

788.313 Orang di Surabaya Sudah Divaksin

redaksiWD