ITS Buka Peluang Kerjasama dengan Universitas di Arab Saudi

Astria Nur Irfansyah ST MEng (kiri atas), Dr Sadiq Sait Mohammed (kanan atas) dan Dr Abdul Aziz Ahmad MA (bawah) saat melakukan diskusi kerjasama secara online.

 

SURABAYA (wartadigital.id) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbaik di Indonesia terus meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak. Pada Kamis (20/1/2021), ITS melakukan pertemuan secara online bersama Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia (RI) untuk Arab Saudi Dr Abdul Aziz Ahmad MA dan delegasi dari King Fadh University of Petroleum and Minerals (KFUPM) Arab Saudi untuk membahas peluang kerjasama yang dapat dilakukan bersama.

Bacaan Lainnya

Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng menyambut dengan hangat pertemuan tersebut.  Hadir pula Dr Sadiq Sait Mohammed sebagai Director Industry Collaboration of King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM) Arab Saudi bersama jajarannya. Rektor yang kerap disapa Ashari tersebut memaparkan tentang Science Technopark ITS dan prestasi-prestasi ITS.

Dari pemaparan tersebut, Dr Abdul Aziz Ahmad MA mengatakan bahwa ITS dan KFUPM merupakan universitas yang dapat menciptakan kolaborasi besar di bidang sains dan teknologi. “Diharapkan peluang kerjasama yang dapat dibangun antara ITS dan KFUPM bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Senior Manager of ITS Global Engagement atau Manajer Senior Kemitraan Global ITS Astria Nur Irfansyah ST MEng memaparkan mengenai bidang-bidang penelitian ITS. Dari hal tersebut terdapat kesamaan bidang penelitian antara ITS dan KFUPM. Kesamaan tersebut terletak pada pusat penelitian materials, renewable energy, dan nanotechnology. “Kerjasama ini dapat dilakukan di bidang teknologi yang menggunakan berbagai disiplin ilmu,” terangnya.

Setelah pemaparan singkat dari ITS tersebut, Dr Sadiq Sait Mohammed menanggapi bahwa kerjasama antara ITS dan KFUPM dapat diawali dengan memfokuskan ide riset penelitian yang terbaru. Selain itu, dilakukan dengan menerapkan disiplin ilmu yang sesuai agar kerjasama yang dilakukan tepat sasaran. “Kita percaya dengan kolaborasi yang sesuai maka menjadi potensi untuk dilanjutkan ke depannya,” ungkapnya.

Di akhir pertemuan, Dubes Abdul Aziz Ahmad berharap kerjasama antara ITS dan KFUPM segera terjalin. Ia memastikan bahwa dukungan untuk hal tersebut akan dilakukan dengan menindaklanjuti pertemuan selanjutnya secara langsung. Pemerintah dan industri akan mendukung secara penuh kerjasama tersebut. “Kerjasama ini tidak hanya menguntungkan kedua belah pihak, tetapi pemerintah dan industri juga akan menikmati hasil kerja sama tersebut,” pungkasnya. rya