
JOMBANG (wartadigital.id) – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang bersama Tim Transisi lintas sektor melakukan survei kesiapan sarana dan prasarana (sarpras) di Gedung Sekolah Rakyat (SR) Permanen Tunggorono, Rabu (1/7/2026).
Peninjauan bersama ini dilakukan seiring dengan capaian realisasi fisik pembangunan yang kini telah menyentuh angka 91 persen.
Tim Transisi SR yang turun ke lokasi merupakan gabungan dari berbagai instansi teknis, meliputi Dinas PUPR, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), BPBD, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), SRT 8 Jombang, Satpol PP, Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kesehatan (Dinkes), Bakesbangpol, PDAM, serta Dinas Kominfo.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Agung Hariadi, ST, MM, menjelaskan, proyek yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya bersama PPK Kementerian PU ini ditargetkan merampungkan 9 gedung prioritas pada 10 Juli 2026 demi mendukung Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
“Untuk kegiatan MPLS tahun ajaran baru, kami memprioritaskan beberapa gedung terlebih dahulu. Pihak PT Waskita menargetkan beberapa gedung tersebut sudah siap difungsikan pada tanggal 10 Juli,” kata Agung Hariadi usai agenda verifikasi lapangan.
Adapun sembilan fasilitas utama yang diprioritaskan meliputi Gedung SD, Rusun Guru 1, Asrama Putri (SMP & SMA), Asrama Putra (SMP & SMA), fasilitas dapur, satu lokal kantin atau ruang makan, serta satu lokal ruang ibadah.
Selain pengondisian asrama siswa dan ruang kelas, pemerintah daerah juga mengupayakan ketersediaan ruang pertemuan untuk kelancaran seremoni pembukaan masa persekolahan.
“Untuk kegiatan pembukaan tahun ajaran 2026/2027 pada tanggal 13 Juli 2026, diupayakan oleh pihak Waskita menyiapkan ruang serbaguna agar bisa digunakan,” tambah Agung.
Mengingat masa kontrak pengerjaan keseluruhan proyek baru berakhir sepenuhnya pada 25 Juli 2026, Agung menegaskan akan diberlakukan pembatasan wilayah kerja secara ketat di area yang belum selesai demi faktor keselamatan.
“Ada target penyelesaian prioritas untuk kegiatan MPLS sebagaimana rincian gedung yang ada. Namun, dilakukan pembatasan akses terhadap gedung yang masih dalam pengerjaan sampai akhir kontrak tanggal 25 Juli 2026,” ujarnya.
Sebelum para siswa dimobilisasi masuk ke fasilitas baru tersebut, Tim Transisi gabungan dijadwalkan kembali melakukan peninjauan final. Dari aspek utilitas dasar, koordinasi lintas instansi teknis yang dilakukan hari ini mengonfirmasi perkembangan yang positif.
“Tanggal 10 Juli kita verifikasi kesiapan lagi sebelum mobilisasi siswa. Terkait sarpras drainase, tangki septik, proteksi kebakaran, hingga UKS sudah dilakukan verifikasi oleh OPD teknis,” kata Agung Hariadi. oba





