
PONOROGO (wartadigital.id) – Daging hewan halal dikonsumsi jika penyembelihannya sesuai syariat Islam. DPD Juru Sembelih Halal (Juleha) Ponorogo menggelar pelatihan penyembelihan hewan menjelang Hari Raya Kurban sehingga ramai peminat.
Sebanyak 257 peserta mengikuti pelatihan yang berlangsung di kampus UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo itu, Kamis (14/5/2026).
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menyebut keberadaan juru sembelih menjadi bagian penting dalam menyediakan produk daging yang halal. Bunda Lis–sapaan Lisdyarit– merasa bersyukur karena Ponorogo memiliki juleha profesional bersertifikat kompetensi sehingga berdiri kepengurusan dewan pimpinan daerah (DPD).
“Juleha adalah garda terdepan dalam ekosistem halal untuk memastikan daging konsumsi memenuhi kaidah teknis dan higienis,” kata Bunda Lis saat membuka pelatihan.
Pun, sebagian peserta pelatihan rela datang jauh-jauh dari Pacitan, Magetan, Madiun, Ngawi, Trenggalek, Nganjuk, Kediri, Jombang, serta Wonogiri. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi tentang tata cara penyembelihan, tetapi juga praktik penanganan hewan, termasuk cara menaklukkan sapi sebelum menyembelihnya.
Sementara itu, Plt Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ponorogo Moh Thohari mengapresiasi pelatihan juru sembelih yang berlangsung menjelang Idul Adha. Sebab, hewan kurban tidak cukup hanya aman, sehat dan utuh. Namun, harus disembelih dengan cara yang benar agar halal dikonsumsi.
“Juru sembelih wajib muslim, baligh, berakal sehat, dan memahami hukum sembelih Islam. Selain itu, menggunakan pisau sangat tajam, satu kali sayatan cepat, dan melafalkan tasmiyah (nama Allah),” kata Thohari.
Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ponorogo Luthfi Hadi Aminuddin berharap setiap rumah pemotongan hewan (RPH) mempekerjakan juleha untuk menjamin daging sembelihan yang halal. Penyembelih hewan ruminansia seperti sapi, domba, kambing dan penyembelih unggas idealnya harus rutin melakukan ibadah wajib, menerapkan syariat Islam, serta menguasai teknik penyembelihan.
“Bagaimana harus mengalirkan darah melalui pemotongan saluran makanan, saluran pernafasan di tenggorokan dan dari dua pembuluh darah. Penyembelihan juga harus dilakukan dengan satu kali dan secara cepat,” urainya. ono

