
Sudaryono
JAKARTA (wartadigital.id) – Kekayaan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dilantik, Sudaryono meroket hingga Rp 22,53 miliar hanya dalam kurun waktu satu tahun.
Berdasarkan penelusuran pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu ( 22/7/ 2026), lonjakan harta bersih tersebut tercatat menjelang dirinya ditunjuk Presiden Prabowo Subianto memimpin BGN menggantikan Naniek Sudaryati Deyang.
Saat awal menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) per 20 Januari 2025, Sudaryono melaporkan total harta sebesar Rp 69,33 miliar dengan tanggungan utang Rp 60,47 miliar, sehingga kekayaan bersihnya saat itu tercatat sebesar Rp 8,86 miliar.
Namun, pada LHKPN periodik 2025 yang dilaporkan per 29 Maret 2026, total aset Sudaryono melonjak drastis menjadi Rp 91,76 miliar. Meski masih memiliki utang sebesar Rp 60,36 miliar, nilai total kekayaan bersihnya naik signifikan menjadi Rp 31,39 miliar.
Penyumbang terbesar lonjakan harta mantan Wamentan tersebut berasal dari aset tanah dan bangunan yang nilainya melesat dari Rp 50,29 miliar menjadi Rp 69,69 miliar, atau bertambah Rp 19,4 miliar.
Kenaikan tersebut dipicu masuknya lima aset properti baru, antara lain tiga bidang tanah di Kabupaten Bogor masing-masing senilai Rp 4 miliar, Rp 4 miliar, dan Rp 3 miliar, serta dua bidang tanah di Jakarta Selatan yang masing-masing bernilai Rp 4,2 miliar.
Tak hanya properti, aset alat transportasi Sudaryono turut bertambah. Dari semula tiga unit mobil senilai Rp 750 juta, kini menjadi lima kendaraan senilai Rp 1,07 miliar seiring bertambahnya satu unit sepeda motor dan satu unit Toyota Innova keluaran 2023.
Di sisi lain, kas dan setara kas milik Sudaryono ikut terdongkrak dari Rp 8,40 miliar menjadi Rp 13,34 miliar, sedangkan nilai surat berharga miliknya naik tipis dari Rp 7,55 miliar menjadi Rp 7,64 miliar. Sementara itu, kategori harta bergerak lainnya tercatat nihil dari yang sebelumnya dilaporkan sebesar Rp 2,32 miliar. rmo





