
SUMENEP (wartadigital.id) – Di musim kemarau yang cukup panjang saat ini, perekonomian masyarakat Desa Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, dinilai relatif stabil dan terus mengalami peningkatan.
Kepala Desa Pinggirpapas, H. Ubaid Abdul Hayat, mengungkapkan, pihaknya bersyukur pada musim garam tahun ini tingkat penghasilan petani masih lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dari sisi harga, hingga saat ini masih relatif baik, yakni mencapai Rp1.100 per kilogram. Sehingga masyarakat masih bisa memenuhi kebutuhan hidup,” ujar Kades yang juga Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Sumenep ini, Senin (26/10/2026).
Namun, dari sisi hasil produksi, tahun ini masih jauh dibandingkan 2024, saat ini diperkirakan baru mencapai dua per tiga dari total produksi. Sedangkan di 2025 produksi lebih sedikit karena musim kemarau memang tidak lama.
“Hasil produksi saat ini masih sekitar dua per tiga dari 2024, kemungkinan bisa bertambah apabila musim kemarau sesuai prediksi BMKG hingga pertengahan Desember,” jelasnya.
Diakui, meskipun ekonomi membaik, hampir separuh warganya saat ini lebih memilih merantau dan berjuang di luar kota dengan usaha Toko Sembako Madura, baik sebagai pemilik maupun penjaga toko, khususnya di wilayah Jakarta.
“Sedangkan yang lainnya tetap memilih bertani garam, baik sebagai pekerja di PT Garam maupun di lahan milik pribadi,” ujar Ubaid Abdul Hayat.
Terkait kepemilikan lahan, ia menyebut warga desanya rata-rata tidak memiliki lahan sendiri dan hanya sekitar 3,5 hektare milik masyarakat. Namun sebagian warga juga memiliki lahan di luar Desa Pinggirpapas, seperti di Kecamatan Saronggi, Pragaan, bahkan di luar Kabupaten Sumenep seperti Sampang, Bangkalan dan di Jawa.
Sementara untuk kualitas, garam rakyat yang masuk kategori KW 1 dan KW 2 tentunya masih jauh kualitasnya dibandingkan hasil produksi milik PT Garam (Persero).
Ia pun berharap kepada pemerintah, khususnya PT Garam sebagai pemilik lahan mayoritas di wilayahnya, untuk lebih memperhatikan pembangunan infrastruktur agar dapat diakses dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
“Harapan kami agar pembangunan infrastruktur lebih diperhatikan, agar masyarakat juga menikmati hasil dan potensi alam yang ada,” ujarnya. ume





