
SURABAYA (wartadigital.id) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus mendukung adanya wadah inovasi dan kreativitas ramah lingkungan, yakni melalui kompetisi mobil prototipe bertenaga dari reaksi kimia yang bertajuk Indonesia Chemical Reaction Car Competition (ICRCC) 2026. Kegiatan tahunan dari Departemen Teknik Kimia ITS tersebut digelar di Gedung Pusat Robotika ITS, Minggu (3/5/2026).
Chief Executive Officer (CEO) Chemical Engineering Innovation Festival (Chernival) 2026 Annisa Aniqah Rahmatillah menjelaskan bahwa kompetisi ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Chernival ITS. Meskipun terakhir dilaksanakan di tahun 2023, kini kompetisi berskala internasional ini digelar kembali dan diikuti dengan penuh antusiasme dari para pesertanya.
Mahasiswi yang kerap disapa Iqo tersebut juga menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan wadah kreativitas sekaligus mengenalkan Departemen Teknik Kimia ITS sendiri. Dalam kompetisi ini, para tim peserta menginovasikan mobil dengan tenaga hasil dari reaksi kimia yang dibuat masing-masing tim. “Reaksi kimia di sini diharapkan dapat menjadi tenaga ramah lingkungan dan bisa efektif serta efisien sebagai sumber energi,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).
Dijelaskannya kompetisi ini sendiri telah melewati beberapa tahapan meliputi kurasi finalis, voting poster dan video profil, serta presentasi dan inspeksi sebelum bertanding di lapangan. Dalam Race Competition, Iqo menjelaskan bahwa tiap mobil tim akan diuji kemampuannya di track race sepanjang 15 meter dengan target 9 meter. “Dibutuhkan kemampuan mobil untuk dapat berjalan setepat mungkin dengan pemberian jarak dan beban masing-masing yang telah ditentukan,” tambahnya.
Mahasiswa Departemen Teknik Kimia ITS ini mengungkapkan bahwa terdapat 13 tim yang masuk ke tahap final dan dapat berlaga langsung. Beberapa tim tersebut yakni Stoichiomatrix dari Universitas Diponegoro (Undip), Reatics dari Universitas Gadjah Madah (UGM), serta dari ITS sendiri. Iqo mengungkapkan bahwa tahun ini ITS kembali menghadirkan dua tim andalannya, yakni Spektronics ITS dengan tim Spektronics 30 dan Spektronics 31.
Hasil kompetisi secara keseluruhan, ITS sukses mengantongi juara umum dengan Spektronics 31 menempati juara 1 dan Spektronics 30 menempati juara 2. Selanjutnya disusul Reactics Antrasena dari UGM pada juara 3. “Hal ini merupakan kali kedua tim Spektronics ITS kembali menyandang gelar juara umum,” beber Iqo.
Kegiatan ini menunjukkan bentuk dukungan ITS dalam ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau serta poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Iqo juga berharap para peserta dapat terus mengembangkan hasil riset dan inovasinya ke depan agar tidak hanya berhenti sampai di sini. “Semoga kegiatan ini juga dapat berkelanjutan dan terus menjadi lebih baik,” lanjutnya penuh harap. rya, nti





