Libur Lebaran, Kunjungan Wisata ke Pemandian Banyubiru Naik 60%

Jumlah kunjungan wisatawan ke Pemandian Alam Banyubiru di wilayah Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan membeludak

PASURUAN (wartadigital.id) – Selama tujuh hari libur Lebaran tahun ini, jumlah kunjungan wisatawan ke Pemandian Alam Banyubiru di wilayah Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan membeludak. Bahkan melebihi target kenaikan 25 persen.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa, mengatakan total ada 9.150 wisatawan yang berkunjung ke Banyubiru mulai tanggal 2-8 April 2025.

Bacaan Lainnya

Jumlah tersebut meningkat sebanyak 60 persen bila dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada libur Lebaran tahun 2024 yang mencapai 5.725 orang.

“Saya membuktikan sendiri kemarin datang, dan memang animonya sangat tinggi. Ribuan orang yang datang ke Banyubiru dalam satu hari,” kata Agus, Rabu (9/4/2025).

Dijelaskan Agus, para wisatawan yang datang ke Banyubiru didominasi pengunjung lokal Pasuruan. Meski begitu, banyak kendaraan luar pasuruan yang terpantau parkir, rata-rata merupakan keluarga ataupun warga Pasuruan yang bekerja di luar daerah.

“Karena momennya hari raya, jadi banyak pemudik yang bekerja di luar Pasuruan, dan mereka memanfaatkan pulang kampung ke Pasuruan sekalian liburan ke Banyubiru,” ucapnya.

Lebih lanjut Agus mengaku tak menyangka peningkatan jumlah kunjungan wisata ke Banyubiru sampai 60 persen. Padahal selama 7 hari Lebaran, karcis masuk Banyubiru dinaikkan dari Rp 10 ribu menjadi Rp 15 ribu.

“Meski karcis naik tapi antusiasme pengunjung sangat tinggi. Mereka ingin menikmati segarnya air Banyubiru,” tuturnya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Pasuruan akan melakukan revitalisasi Banyubiru. Info terbaru, kolam buatan seperti yang pernah ada di Banyubiru akan kembali dibangun.

Hanya saja, Agus menegaskan bahwa Pemkab Pasuruan akan menyampaikan usulan anggaran pembuatan kolam buatan melalui DAK (Dana Alokasi Khusus) alias dari Kementerian Pariwisata RI.

“Kata Pak Bupati, Pemkab Pasuruan akan menyampaikan usulan. Termasuk akan memfungsikan areal yang belum terisi dengan wahana maupun pemandian buatan seperti dulu yang sudah bertaraf nasional,” kata dia. sur, ins

Pos terkait