wartadigital.id
Headline Manca

Longgarkan Aturan Perjalanan, Inggris Hapus Karantina dan Kewajiban PCR

Pemerintah Inggris menyatakan akan melonggarkan pembatasan pandemi pada perjalanan ke negara tersebut.

 

LONDON (wartadigital.id)  – Pemerintah Inggris menyatakan akan melonggarkan pembatasan pandemi pada perjalanan ke Inggris. Ini termasuk penghapusan karantina dan kewajiban melakukan tes PCR ketika tiba di Inggris.

London merombak daftar pantauan “lampu lalu lintas” yang rumit dengan peraturan yang lebih sederhana untuk para pelancong yang sudah divaksinasi secara penuh.

Daftar “kuning” yang mencakup perjalanan dari sebagian besar dunia, termasuk Eropa, akan dihapuskan, yang mencerminkan tingginya tingkat vaksinasi terhadap Covid-19 oleh negara lain.

Reformasi muncul setelah keresahan yang kuat di antara masyarakat dan industri perjalanan atas aturan lama yang memberlakukan tes PCR, membuat liburan musim panas menjadi sangat mahal bagi banyak keluarga. “Perubahan hari ini berarti sistem yang lebih sederhana dan lebih mudah,” kata Sekretaris Transportasi Inggris Grant Shapps dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Al Arabiya,  Minggu (19/9/2021).

“Satu dengan pengujian lebih sedikit dan biaya lebih rendah, memungkinkan lebih banyak orang untuk bepergian, melihat orang yang dicintai atau melakukan bisnis di seluruh dunia sambil memberikan dorongan untuk industri perjalanan,” sambungnya.

Hanya daftar “merah” yang akan tetap ada, mengharuskan pelancong untuk dikarantina di hotel yang disetujui pemerintah. Daftar “merah” berisikan negara-negara dengan resiko penularan Covid-19 sangat tinggi.

Terkait dengan daftar “merah”, delapan negara akan masuk dalam daftar tersebut. Kedelapan negara itu adalah Bangladesh, Mesir, Kenya, Maladewa, Oman, Pakistan, Sri Lanka dan Turki.

Inggris juga mengumumkan bahwa mulai 4 Oktober, pelancong yang divaksinasi penuh yang datang ke Inggris tidak lagi harus mengikuti tes pra keberangkatan. Selain itu, mulai Oktober nanti, mereka tidak perlu menjalani tes PCR pada hari kedua mereka tinggal di Inggris, hanya rapid test.

Perombakan hanya berlaku untuk Inggris untuk saat ini. Tetapi administrasi devolusi Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara telah mengikuti perubahan sebelumnya pada aturan perjalanan yang diumumkan oleh pemerintah Inggris.

“Seiring upaya vaksinasi global terus dipercepat dan lebih banyak orang mendapatkan perlindungan dari penyakit yang mengerikan ini, aturan dan regulasi kami sudah tepat untuk mengikutinya,” kata Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid. sin, arb

Related posts

Mahfud MD Tegaskan Pemerintah Tidak Akan Cabut UU ITE

redaksiWD

Pemprov Jatim Terus Siapkan Wadah bagi Perintis Startup

redaksiWD

Tunjukkan Empati, Oki Setiana Dewi Datangi Kedubes Palestina

redaksiWD