wartadigital.id
Headline Malang Raya

Menyamar sebagai Penyemprot Disinfektan, Pencuri Kuras Perhiasan Keluarga Jenazah Covid

Pencuri menggunakan APD menyamar sebagai petugas semprot disinfektan kiriman dari rumah sakit di Kota Malang.

 

MALANG (wartadigital.id) –  Waspadai modus kejahatan baru di tengah masyarakat. Seperti yang terjadi di Kota Malang. Menyamar sebagai petugas semprot disinfektan kiriman dari rumah sakit, pencuri berhasil menguras perhiasan di rumah duka jenazah pasien Covid-19.

Modus kejahatan baru itu diungkap dari postingan di medsos yang  disebarkan oleh salah seorang warga Kedung Kandang, Kota Malang. Postingan inipun viral. Dalam postingan tersebut ia menceritakan pencuri beraksi dengan modus baru mengaku sebagai petugas penyemprot disinfektan dari rumah sakit untuk menyemprot disinfektan ke rumah pasien yang meninggal karena Covid-19

Dalam postingan yang disertai foto dan video pelaku saat beraksi, terlihat seorang pria dengan menggunakan APD lengkap dan alat semprot seadanya melakukan penyemprotan.

Pelaku datang tiga kali ke rumah korban, pertama meminta izin, kedua melakukan penyemportan, dan ketiga kembali menyemprot sekaligus menguras perhiasan emas di laci rumah korban.

Kronologi kejadian tersebut diutarakan korban yang sudah melaporkan peristiwa ini ke Polsek Kedung Kandang, Kota Malang dan kepada ketua RW setempat. “Pelaku ini menyamar sebagai petugas dari rumah sakit,” ujar Ketua RW Catur Edi Widodo, Senin (22/2/2021).

Sebetulnya, kata Catur, sudah terlihat beberapa kejanggalan pada petugas penyemprot palsu ini. Namun, pelaku dengan lancar beraksi dengan memperdaya dan memanfaatkan kondisi penghuni rumah yang tengah berduka. Saat ini, petugas Polsek Kedung Kandang, Kota Malang, telah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). fik, gel

Related posts

Tim Spektronics ITS Pertahankan Juara Chem-E-Car Internasional

redaksiWD

Stok Pupuk Bersubsidi Dipastikan Cukup Jelang Musim Tanam Kedua

redaksiWD

Ara Ditemukan, Eri Cahyadi Puji Kerja Cepat Jajaran Polrestabes dan Masyarakat

redaksiWD