
PLN Nusantara Power (PLN NP), subholding pembangkitan PT PLN (Persero), mencatatkan kinerja operasional positif sepanjang 2025
SURABAYA (wartadigital.id) – PLN Nusantara Power (PLN NP), subholding pembangkitan PT PLN (Persero), mencatatkan kinerja operasional positif sepanjang 2025 dengan merealisasikan produksi energi listrik sebesar 66.919 gigawatt hour (GWh).
Capaian itu diiringi keberhasilan perusahaan menekan Biaya Pokok Produksi (BPP) hingga 11,4 persen melalui optimalisasi bauran energi (energy mix).
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, dalam keterangan tertulis, Selasa (7/6/2026) mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil transformasi operasional yang dijalankan secara berkelanjutan oleh seluruh insan PLN NP.
“PLN NP tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi energi listrik, tetapi juga memastikan setiap proses pembangkitan berjalan semakin efisien, lebih bersih, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Capaian ini menjadi bukti nyata transformasi PLN NP menuju perusahaan energi kelas dunia yang adaptif, unggul, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain peningkatan produksi, PLN NP juga mencatatkan peningkatan keandalan pembangkit. Salah satu indikatornya terlihat dari capaian Equivalent Forced Outage Rate (EFOR) pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang melampaui target. Kinerja itu menunjukkan kesiapan unit pembangkit dalam menjaga pasokan listrik nasional tetap stabil dan andal.
Pada aspek keberlanjutan, PLN NP berhasil merealisasikan program pengurangan emisi karbon sebesar 1,46 persen atau mencapai 110 persen dari target 2025. Capaian ini merupakan bagian dari implementasi program Green and Lean yang mendukung transisi energi nasional dan pengelolaan pembangkit yang lebih ramah lingkungan.
Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero), Yusuf Didi Setiarto, mengapresiasi kontribusi PLN NP dalam menjaga kinerja operasional sekaligus meningkatkan efisiensi di lingkungan PLN Group. “Saya mengapresiasi pencapaian luar biasa PLN NP yang mampu menjaga kinerja produksi energi listrik secara solid, sekaligus menurunkan Biaya Pokok Produksi secara signifikan. Hal ini menunjukkan kontribusi nyata PLN NP dalam mendukung keandalan pasokan listrik nasional, efisiensi perusahaan, serta sejalan dengan program pemerintah, khususnya dalam optimalisasi biaya di lingkungan PLN Group,” kata Yusuf Didi dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN Nusantara Power.
Di luar bisnis utama ketenagalistrikan, PLN NP juga membukukan pendapatan Beyond kWh sebesar Rp1,1 triliun atau 160 persen dari target Rp688 miliar. Pendapatan tersebut berasal dari berbagai lini usaha, termasuk proyek energi di Malaysia, Bangladesh, dan Timor Leste, yang menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar internasional terhadap kompetensi PLN NP.
Pada bidang tata kelola perusahaan, PLN NP berhasil meraih skor tertinggi dalam penilaian Maturity Level Good Corporate Governance (GCG) di lingkungan PLN Group. Menurut Ruly, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa integritas, transparansi, dan akuntabilitas menjadi fondasi utama dalam menjalankan bisnis perusahaan.
“Bagi kami, keberlanjutan tidak hanya berbicara mengenai teknologi hijau, tetapi juga tentang integritas dan tata kelola yang baik dalam menjalankan bisnis. Dengan fondasi governance yang kuat, PLN NP siap memperluas kolaborasi, memperkuat kemitraan strategis, dan mendukung peta jalan transisi energi Indonesia,” ujarnya.
PLN Nusantara Power juga terus memperkuat portofolio pembangkit melalui pengembangan pembangkit listrik dengan total kapasitas 696,9 megawatt (MW) di berbagai wilayah Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan listrik nasional sekaligus memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat di masa mendatang. lis, jti
