wartadigital.id
Surabaya

PPIH Surabaya Tuntaskan Pemberangkatan Jemaah Calon Haji 2024

Suasana keberangkatan kloter terakhir embarkasi Surabaya ke Tanah Suci.

 

SURABAYA (wartadigital.id) – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya menuntaskan pemberangkatan jemaah calon haji tahun 2024, setelah memberangkatkan Kelompok Terbang (Kloter) 106.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya Mufi Imron Rosyadi menjelaskan kloter terakhir tersebut merupakan jamaah gabungan dari Kabupaten Pamekasan, Sidoarjo, Gresik, dan Kota Surabaya.

“Seluruhnya dari Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan sebanyak 39.322 calon haji, sesuai kuota yang ditetapkan tahun 2024,” katanya usai memberangkatkan jemaah calon haji Kloter 106 di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Senin (10/6/2024).

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur (Plt Kakanwil Kemenag Jatim) itu menjelaskan sejak proses keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, mulai Kloter 1 pada 12 Mei lalu hingga kloter terakhir ini, terdata sebanyak 15 calon haji yang dipulangkan ke daerah asal karena sakit tak kunjung sembuh.

Selain itu tiga calon haji meninggal dunia di Embarkasi Surabaya, menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Hanya saja, Mufi memastikan seluruhnya telah digantikan oleh jemaah dari daftar cadangan. “Jadi terpenuhi kuotanya. Posisi jamaah kita begitu ada yang pulang atau sakit dan dirawat diganti dengan jemaah didaftar cadangan berdasarkan urutan berikutnya,” ujarnya.

Selanjutnya jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci diminta menjaga kesehatan, mengingat kondisi cuaca yang sangat panas di Arab Saudi.

PPIH mengimbau jemaah membawa persediaan air minum. Selain itu membawa payung, memakai kaca mata hitam dan alas kaki, serta tidak terlambat makan agar tetap prima hingga pelaksanaan ibadah puncak haji di Arafah.

Sementara PPIH mencatat sampai hari ini sebanyak sembilan calon haji dari Embarkasi Surabaya telah meninggal dunia di Tanah Suci.

Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya Rosidi Roslan menyarankan agar jemaah tidak memforsir tenaganya selama berada di Tanah Suci. “Kalau kita tahu ibadah haji itu kan wukuf di Arafah. Jadi jangan sebelum sampai di Arafah sudah habis tenaganya. Jadi jaga kondisi, tenaganya jangan diforsir, agar kemudian pada waktu di Arafah dia bisa beribadah,” tuturnya. ike

Related posts

Pemprov Jatim Buka Seleksi untuk Isi 18 Jabatan Pimpinan Tertinggi Pratama

redaksiWD

Eri Cahyadi Kunjungi Warga Dukuh Pakis Terdampak Penggusuran

redaksiWD

Penuhi Layanan Kesehatan di Wilayah Kepulauan, Gubernur Jatim Kirim Dokter dan Nakes ke Pulau Kangean

redaksiWD