wartadigital.id
Headline Manca

Produksi Vaksin Sendiri, Tiongkok Beralih ke Vaksin Pfizer untuk Warganya

 

Tiongkok berencana memakai vaksin Pfizer sebagai dosis pemacu untuk warga Tiongkok yang telah rampung diimunisasi terhadap Covid-19.

BEIJING (wartadigital.id) – Media massa Tiongkok Caixin mengabarkan bahwa Tiongkok berencana memakai vaksin mRNA hasil produksi bersama antara pabrikan Tiongkok, Fosun Pharma dan perusahaan Jerman, BioNTech sebagai dosis pemacu untuk warga Tiongkok yang telah rampung diimunisasi terhadap Covid-19.

Media Caixin mengabarkan otoritas Tiongkok akan menggunakan vaksin mRNA tersebut, “yang bakal dinamai Comirnaty”, sebagai vaksin pemacu “bagi mereka yang telah menerima vaksin virus inaktif.”

Seperti diketahui, vaksin virus inaktif produksi Tiongkok dibuat oleh dua perusahaan besar di sana, yaitu Sinovac dan Sinopharm. Kedua perusahaan tersebut menggunakan partikel virus Covid-19 inaktif, artinya tidak bisa lagi menginfeksi tubuh manusia namun bisa memacu antibodi.

Merek Comirnaty sendiri bukan merek baru. Di dunia, merek ini adalah hasil kolaborasi dengan perusahaan farmasi Amerika Serikat, Pfizer. Fosun sendiri memiliki hak eksklusif atas pemasaran produk tersebut di Tiongkok.

Vaksin Pfizer/BioNTech – dijuluki vaksin ‘gold standard’ karena merepresentasikan standar tertinggi saat ini dalam vaksinasi Covid-19 – masih menunggu perizinan pemerintah Tiongkok.

Panel penasehat Tiongkok, Kamis, telah memberi ‘lampu hijau’ atas vaksin tersebut. Kini produk itu tinggal menunggu izin final dari Badan Produk Medis Nasional Tiongkok.

Fosun berharap bisa memulai uji produksi pada akhir Agustus, melansir situs The Diplomat, Jumat(23/7/2021).

Vaksin mRNA Pfizer/BioNTech memiliki efektivitas 95% dalam mencegah infeksi Covid-19, seperti ditunjukkan data uji klinis. Angka ini cukup mampu dipertahankan – turun hanya ke level 84% – untuk menangkal infeksi varian Delta yang mampu menular 200 kali lebih cepat daripada virus SARS-CoV-2 versi awal. Vaksin Pfizer/BioNTech mampu 96% mencegah gejala berat dan kebutuhan opname dari infeksi Covid-19.

Tiongkok kini masih terus mempelajari seberapa baik proteksi yang ditimbulkan lewat kombinasi dua jenis vaksin. Ide ini pertama kali dicetuskan oleh Gao Fu, Kepala Pusat Pengendalian Penyakit Tiongkok April lalu. Pada saat itu Gao mengatakan pejabat sedang mempertimbangkan “penggunaan vaksin dari metode teknis berbeda untuk mengimunisasi warga’. era

Related posts

Layanan Khusus Kargo GIA Rute Surabaya – Hongkong Beroperasi Besok, Momen Perkuat Pasar UMKM Jatim

redaksiWD

Sebanyak 61 RHU yang Lolos Asesmen Satgas Covid-19 Teken Pakta Integritas

redaksiWD

Mobil Off Road Hantam 3 Pemotor di Kediri, 2 Tewas

redaksiWD