wartadigital.id
Headline Nasional

PTM Tetap Jalan Meski Ada Klaster Covid-19, Alvin Lie Kritik Nadiem Makarim

Nadiem Makarim

 

JAKARTA (wartadigital.id) – Keputusan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Ristek untuk tetap melanjutkan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di saat munculnya klaster Covid-19 di sekolah disoroti publik.

Salah satu yang mengkritisi keputusan Menteri Nadiem Makarim ini adalah mantan Komisioner Ombudsman Alvin Lie. Alvin menilai Nadiem seperti tidak merasakan kekhawatiran orangtua siswa atas kerawanan klaster Covid-19 di sekolah.

“Apakah Pak Nadiem punya anak usia di bawah 12 tahun? Belum vaksinasi? Dan harus jalani sekolah PTM?” kata Alvin Lie dikutip dari akun Twitternya, Jumat (24/9/2021).

Data Kemendikbudristek mengemukakan, lebih dari seibu sekolah menjadi klaster penularan Covid-19 selama pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Berdasarkan catatan Kemendikbudristek per 20 September 2021 di 46.500 sekolah, ada 2,8 persen atau 1.296 sekolah yang melaporkan klaster Covid-19. “Kasus penularan kira-kira 2,8 persen yang melaporkan,” lapor Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD dan Pendidikan Dasar Menengah Kemendikbudristek Jumeri dalam diskusi daring, Selasa (21/9/2021).

Jika dirinci, Jumeri menyebutkan klaster Covid-19 paling banyak terjadi di SD yaitu 2,78 persen. Rinciannya SD: 581 sekolah, SMP: 241 sekolah, SMA: 107 sekolah.

Adapun jumlah kasus positif Covid-19 paling banyak dilaporkan di lingkungan SD dengan total guru dan tenaga kependidikan 3.174 orang positif Covid-19 dari 581 klaster sekolah. Sementara jumlah siswa yang positif Covid-19 berjumlah 6.908 orang.

Sedangkan laman kemdikbud.go.id per 23 September 2021, tercatat 1.303 sekolah menjadi klaster Covid-19 atau 2,77 persen dari 47.005 sekolah yang mengisi survei. Dari data tersebut, 7.287 guru dan 15.456 siswa terpapar virus corona.

Namun baru-baru ini, Nadiem memastikan akan tetap menerapkan sekolah tatap muka. “Temuannya itu terus kami monitor. (tapi) Bukan berarti PTM-nya diundur, masih harus jalan, terbuka, tapi kalau ada kasus klaster ya (sekolahnya) harus ditutup segera,” kata Nadiem di kompleks parlemen Senayan Jakarta, Kamis (23/9/2021). set, rmo

Related posts

Telkom Indonesia – KONI Sepakat Sinergi untuk Kemajuan Sektor Olahraga Nasional

redaksiWD

Gelar Resepsi HJKS ke -28, Eri Cahyadi Berharap Kasus Covid-19 Semakin Turun dan Perekonomian Surabaya Tumbuh Pesat

redaksiWD

Bebas Sebelum 2024, Habib Rizieq Diprediksi Lirik Anies di Pilpres

redaksiWD