wartadigital.id
Headline Nasional

Rakyat Sudah Susah, Legislator Minta Mendagri Hapus Aturan PCR bagi Penumpang Pesawat

Tes PCR Covid-19.

 

JAKARTA (wartadigital.id)  -Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, diminta untuk segera menghapus aturan penggunaan tes PCR untuk penumpang pesawat. Sebab, aturan itu tidak berpihak kepada masyarakat.

Hal ini disampaikan anggota Komisi IV DPR RI Ratna Juwita Sari saat mengunjungi Kabupaten Tuban Jawa Timur dalam rangka sosialisasi produk Informasi Geospasial Peta NKRI, Senin (25/10/2021). “Terlalu Jakarta Centris,” katanya.

Menurutnya, kebijakan yang mengharuskan masyarakat melakukan tes PCR juga sangat bertentangan dengan upaya pemerintah yang tengah menggencarkan program vaksinasi. Kalau aturan ini terus dibuat maka vaksinasi yang diberikan kepada masyarakat itu tidak ada gunanya.

“Masyarakat kita ini sudah susah, jangan dibikin susah lagi. Biaya tes PCR itu lebih mahal daripada harga tiketnya, jadi kita minta ini dihapus,” tegasnya.

Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) ini menambahkan, aturan penggunaan tes PCR bagi para penumpang pesawat hanya berlaku di Indonesia saja. “Di dunia internasional para penumpang pesawat cukup menunjukkan bukti rapid antigen saja sudah bisa,” ungkapnya.

Terkait aturan tes PCR tersebut, Komisi VII DPR RI melalui wakilnya juga sudah menyampaikan usulan agar aturan tersebut direvisi oleh Kemendagri dan Kemenkes. “Di dunia internasional saja mereka sudah bisa menerima tes antigen, tapi kenapa di Indonesia harus wajib pakai tes PCR?” pungkasnya.

Sebelumnya anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo menanggapi kebijakan Kementerian Perhubungan yang menyebutkan calon penumpang transportasi umum tidak perlu memiliki hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR), tetapi cukup tes cepat (rapid test).

Kebijakan melonggarkan aturan ini mungkin akibat dari banyaknya keluhan dan protes masyarakat, khususnya maskapai penerbangan. “Tapi pertanyaannya, apakah dengan hanya rapid test, risiko penyebaran Covid-19 bisa dicegah?” Rahmad Handoyo.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, pihaknya sebenarnya setuju seandainya persyaratan tes PCR bagi calon penumpang tetap diberlakukan, tapi dengan satu syarat, tes PCR yang dilakukan secara mandiri oleh calon penumpang, biayanya mesti terjangkau.

“Kalau biaya untuk tes PCR lebih mahal dibandingkan harga tiket pesawat, ya wajar jika masyarakat keberatan. Bahkan banyak maskapai penerbangan yang terancam bakal gulung tikar,” katanya.

Menyangkut besaran biaya tes (PCR) dan rapid test yang dipatok pihak rumah sakit selama ini, menurut Rahmad Handoyo cukup memprihatinkan. “Mahalnya biaya rapid test dan tes PCR itu harus jadi perhatian. Jangan sampai ada pihak yang aji mumpung, mencari kesempatan dalam kesempitan,” katanya.

Dikatakan Rahmad, meskipun persyaratan telah dilonggarkan, biaya rapid tes serta PCR yang cukup fantastik dan memberatkan masyarakat harus tetap jadi perhatian. Apalagi, katanya, alat tes PCR buatan dalam negeri juga sudah mulai diproduksi. “Kalau biaya rapid test dan PCR terjangkau, tentu masyarakat mau secara mandiri memeriksa dirinya,” katanya.

Ditambahkan Rahmad, pemerintah juga hendaknya memprioritaskan pengadaan laboratorium PCR di semua RSUD. Persyaratan ini dibuat untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19). Hanya saja, banyak masyarakat yang merasa keberatan, terutama pihak maskapai penerbangan.

Syarat itu dirasa memberatkan karena rumah sakit yang menyediakan layanan rapid dan PCR/swab tes mematok harga fantastis. Untuk bisa mengakses layanan itu harus merogoh kocek mulai dari Rp 400 ribu hingga Rp 3,2 juta.

Aturan terbang yang mengharuskan syarat tes PCR tersebut akhirnya dilonggarkan. Menteri Perhubungan Budi Karya dalam keterangannya mengatakan, calon penumpang domestik tidak perlu memeiliki hasil tes PCR, cukup dengan tes cepat (rapid test). rmo

Related posts

Pemprov Jatim Beberkan Langkah Penanganan Naiknya Kasus Covid-19 di Bangkalan

redaksiWD

CEO WhatsApp Sebut Kebijakan Apple Diskriminatif, Ogah Penggunanya Pakai Android

redaksiWD

Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Surabaya Tinggi, Pemkot Siapkan Ratusan Peti Mati

redaksiWD