wartadigital.id
Mataraman

Sosok Briptu RDW yang Tewas Dibakar Istrinya yang Polwan, Dikenal Baik dan Pendiam

Istimewa
Suasana pemakaman Briptu Rian Dwi Wicaksono (RDW) di kampung halamannya, Desa Sumberjo, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Minggu (9/6/2024).

 

JOMBANG (wartadigital.id)  – Briptu Rian Dwi Wicaksono (RDW) dimakamkan di kampung halamannya, Desa Sumberjo, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang,  Minggu (9/6/2024) kemarin.

Briptu Rian merupakan polisi yang meninggal dunia akibat dibakar istrinya, seorang polwan  Briptu  Fadhilatun Nikmah.

Anggota Satsamapta Polres Jombang tersebut dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) sekitar 300 meter dari rumah duka, yakni di Dusun Sambong, Desa Sumberjo. Pemakaman berlangsung dengan upacara pemakaman Polri.

Rombongan pelayat yang terdiri dari warga, keluarga, dan kerabat berjalan beriringan menuju tempat pemakaman. Pasukan dari Satsamapta Polres Jombang terlihat mengangkat peti mati jenazah korban dari dalam ambulans.

Setelah prosesi pemakaman jenazah, almarhum secara perlahan dikebumikan ke liang lahat. “Kami dari Polres Jombang, melakukan upacara secara dinas dari anggota Polres Jombang yang ada kaitannya dengan masalahnya di Mojokerto,” kata salah satu anggota Polres Jombang.

“Almarhum dinas di Satsamapta Polres Jombang,” ucap Kasi Humas Polres Jombang Iptu Kasnasin, Minggu (9/6/2024).

Iptu Kasnasin mengatakan, almarhum dikenal sebagai sosok baik dan pendiam oleh teman sejawat. Alhasil, teman-teman korban tak mengetahui permasalahan yang dihadapi almarhum. “Keseharian korban dikenal baik, pendiam jadi menurut saya baik orangnya,” ungkapnya.

Menurut Iptu Kasnasin, sebelum peristiwa tersebut, Briptu Rian masih terlihat dinas di Polres Jombang. “Kemarin masih dinas, jadi sebelum kejadian itu masih dinas. Kebetulan saya juga bertemu (korban) masih dinas di Polres Jombang,” jelasnya.

Ia menuturkan, rekan Briptu Rian di Polres Jombang juga tak menyangka kejadian itu menimpa anggota. “Tidak ada tanda-tanda yang ada permasalahan, kita tidak kelihatan. Karena anaknya (korban) juga diam. Tapi kalau diajak komunikasi bagus sekali anaknya,” ujar Iptu Kasnasin.

Briptu FN ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) setelah menjalani pemeriksaan penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim pada Minggu siang.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto, lantas menjelaskan motif Briptu FN membakar suaminya hingga meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. Briptu FN diduga tersulut emosi karena sang suami selalu menghabiskan gajinya untuk bermain judi online. Tersangka menilai seharusnya uang dari gaji itu digunakan untuk membiayai hidup mereka beserta tiga anak.

Meski berposisi sebagai tersangka dalam kasus tersebut, Briptu FN mengalami syok dan trauma akibat perbuatannya yang berdampak fatal hingga menghilangkan nyawa sang suami.

Dalam hal ini, jelas Dirmanto, pihak penyidik telah melibatkan anggota tim psikiatri dari pihak Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jatim untuk memberikan pendamping psikis terhadap Briptu FN dan ketiga anaknya. ike, trb

Related posts

Tinjau Perumahan Inklusif Trenggalek, Emil Dardak Beri Semangat dan Motivasi Penyandang Disabilitas

redaksiWD

MAKI Jatim Hadiri Kirab dan Jamas Pusaka di Desa Ngliman, Sayangkan Ketidakhadiran Bupati – Wabup Nganjuk

redaksiWD

Polres Madiun Gelar Operasi Zebra 2022, Fokus Tujuh Pelanggaran Rawan Kecelakaan

redaksiWD