Temu Kangen dan Ngopi Bareng Alumni SPG Negeri Nganjuk: Dari Wilangan hingga Bontang Datang, Pecel Pincuk Daun Jati Laris Manis

Bupati Marhaen didampingi istri Ny S Wahyuni Marhaen tampak mendorong sendiri kursi roda ibu guru Ayub Ladjiati

NGANJUK (wartadigital.id) – Keriuhan dan kemeriahan di Pendapa KRT Sosro Kusumo Kabupaten Nganjuk, Sabtu (19/9/2026) pagi hingga siang, seolah “pecah”. Betapa tidak, ratusan alumnus SPG Negeri Nganjuk menggelar acara reuni di sana.

Momen yang menghadirkan mantan guru SPG Negeri Nganjuk dengan titel Temu Kangen dan Ngopi Bareng Alumni SPG Negeri Nganjuk itu, juga dihadiri Bupati Nganjuk Dr Drs H Marhaen Djumadi AMd SE SH MM MBA, yang tak lain adalah alumni SPGN Nganjuk angkatan 1986. Ia hadir didampingi sang istri Ny S Wahyuni Marhaen.

Bacaan Lainnya

Aktivitas di kawasan pendapa Kabupaten Nganjuk itu mulai sejak pagi. Hilir mudik panitia maupun pihak protokoler dan kerumahtanggaan hingga pendukung bisa terasakan dan disimak sejak pagi itu.

Foto bersama usai pemberian tali asih kepada bapak dan ibu guru SPG Negeri Nganjuk

Para alumnus satu persatu maupun berkelompok hadir ke sana. Mulai yang dari Nganjuk kota, dan sekitarnya, Wilangan, Gondang, Rejoso, Berbek dan lainnya, hingga dari luar kota seperti dari Surabaya, Jombang, Gresik, Tuban, Kediri, Bondowoso hingga yang dari luar pulau yakni dari Bontang (Kaltim) maupun Banjarmasin (Kalsel) tampak di sana.

“Semua ini demi ketemu teman-teman, juga ingin bertatap muka dengan rekan-rekan dari lintas angkatan,” ujar Shinto, alumnus SPG Negeri Nganjuk angkatan 1983.

Ia datang ke pendapa tampak dipapah dua rekannya, karena sehari sebelum terbang ke Surabaya dari Bandara di Samarinda, Shinto mengalami keseleo kaki.

Alumni angkatan 1983 menyempatkan berfoto bersama dengan latar belakang Pendapa KRT Sosro Kusumo Kabupaten Nganjuk

Lain lagi cerita Sudaryanto Kai, yang terbang dari Banjarmasin bersama sang istri. Katanya, dia dan istri sekalian hendak menghadiri wisuda putrinya yang kuliah jurusan kebidanan di perguruan tinggi ITSK (Institut Teknologi Sains dan Kesehatan) Dr Soepraoen Malang.

“Ya sekali jalanlah. Kebetulan anak kami mau diwisuda di ITSK Malang, 22-23 September 2026 nanti,” tutur Sudaryanto Kai, yang juga anggota komunitas Forsa Indonesia Kalsel.

Akan halnya gelaran Temu Kangen dan Ngopi Bareng Alumni SPG Negeri Nganjuk ini, Bupati Marhaen yang alumnus SPG Negeri Nganjuk angkatan 1986, tampak sigap ketika para guru yang semuanya sudah berusia lanjut dibimbingnya sendiri duduk di deretan depan kursi tamu. Termasuk ibu Ayub Ladjiati, guru Bahasa Inggris yang duduk di kursi roda.

Mereka yang melahap dan menikmati pecel pincuk daun jati dan pecel sambel tumpang

Sejurus kemudian, Bupati Marhaen bergerak ke beberapa tempat duduk alumni termasuk di sisi selatan pendapa. Dengan sabar dan ramah, dia melayani para alumnus berfoto ria. Itu sempat membuat pihak protokoler ewuh pekewuh, meski semuanya berlangsung lancar dan aman.

Acara demi acara pun berlangsung dengan baik, lancar dan tanpa kendala apa pun. Mulai menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al Quran, dua sajian tari Jaya Stamba dan Danyang Wilis, beberapa sajian lagu melalui player electone, pemberian santunan kepada anak yatim piatu, termasuk pemberian tali asih kepada bapak dan ibu guru.

Tak kalah menariknya adalah sajian menu makanan dan minuman yang sangat melimpah. Ada pecel khas Nganjuk dengan pincuk dari daun jati, pecel dengan bumbu sambel tumpang, soto, bakso, kemudian menu kukus seperti kacang, jagung, dan lainnya, kue-kue dalam boks hingga beragam minuman, es teh manis, kopi maupun air mineral.

Sebagian angkatan sepuh antara 1966 hingga 1972 yang masih eksis

Sejak pagi, pecel pincuk daun jati dari Ibu Yuli Tiripan tampaknya menjadi salah satu yang favorit “diserbu” para alumnus. Demikian pula nasi pecel dengan tambahan toping sambel tumpang. Benar-benar khas Nganjuk.

Beberapa alumnus tampak pula membawa sekadar oleh-oleh untuk teman-temannya. Ada yang membawa tape khas Bondowoso, amplang Samarinda, madu, hingga kerupuk upil khas Nganjuk.

Seperti diketahui, Temu Kangen dan Ngopi Bareng Alumni SPG Negeri Nganjuk melibatkan angkatan mulai 1966 hingga lulusan 1991. Hanya angkatan 1990 yang hingga acara digelar tidak tampak satu pun di acara tersebut.

Bupati Marhaen dengan ramah dan sabar melayani berfoto bersama para alumni

Beberapa bapak dan ibu guru yang tampak hadir adalah Bapak Luki, Bapak Hafidz, Ibu Sumini, Bapak Somingan, Bapak Suratno sekaligus Ketua Umum Panitia, Ibu Sri Taulis, Ibu Ayub Ladjiati, kemudian Bapak Khoiri, Bapak Nanda serta beberapa lainnya.

Puncak acara ketika Bupati Marhaen didapuk foto bersama dengan para alumni tiap angkatan. Sebetulnya diawali dari angkatan 1966, tetapi lama-kelamaan angkatan lain yang belum saatnya berfoto ikut nimbrung pula. Namun itu tak mengurangi keriuhan dan bahkan siapa pun bisa ikut berfoto dengan angkatan lain.

Betapa pun Temu Kangen dan Ngopi Bareng Alumni SPG Negeri Nganjuk di pendapa Kabupaten Nganjuk siang itu berlangsung riuh, gayeng dan meriah. Tak salah jika Bupati Marhaen sangat bangga pada pelaksanaan even kali ini.

Perwakilan anak yatim dan piatu yang mendapatkan santunan di acara Temu Kangen dan Ngopi Bareng Alumni SPG Negeri Nganjuk

“Terima kasih bapak dan ibu guru semua, kakak-kakak angkatan, rekan-rekan sejawat, maupun adik-adik alumni SPG Negeri Nganjuk yang kami cintai, kami banggakan atas kehadirannya di acara ini. Tak ketinggalan kami ucapkan terima kasih juga kepada rekan-rekan panitia,” tutur Bupati Marhaen.

Lantunan lagu Kemesraan besutan Iwan Fals seolah memungkasi dan mengiringi kepulangan para alumni kembali ke tempat asal masing-masing. Selamat jalan, selamat berpisah dan berjumpa lagi di lain kesempatan ! edt

Pos terkait