
Titik Puspa
JAKARTA (wartadigital.id) – Penyanyi legendaris Titiek Puspa meninggal dunia setelah mengalami pendarahan otak bagian kiri di Rumah Sakit Medistra, Gatot Subroto, Jakarta Selelatan, Kamis (10/4/2024) sekitar pukul 16.25 WIB.
Kabar duka ini dikonfirmasi oleh manajernya Mia melalui sambungan telepon. Mia mengatakan jika Titiek Puspa berpulang pada pukul 16.25 WIB. ‘Iya Eyang baru aja meninggal sekitar 15 menit lalu,” kata Mia.
Mia mengatakan hingga kini jenazah Titiek Puspa masih berada di rumah sakit sebelum disemayamkan di rumah duka. “Jenazah masih di Medistra, mohon maaf ya terima kasih,” lanjutnya.
Sebagai informasi, Titiek Puspa dilarikan ke Rumah Sakit Medistra, Gatot Subroto Jakarta Selatan pada 26 Maret 2025 usai mendadak pingsan saat syuting di salah satu program televisi swasta. Setelah diobservasi oleh tim dokter, Titiek diketahui mengalami pendarahan otak kiri sehingga membuat kondisinya tak sadar.
Puteri sulung Titiek Puspa, Petty Tanjungsari, menyampaikan bahwa kondisi sang ibu tiba-tiba memburuk meski sebelumnya tampak sehat. Bahkan, dua hari sebelum insiden terjadi, pelantun lagu Kupu-Kupu Malam itu masih aktif mengikuti kegiatan sosial. “Kami sendiri juga tidak mengerti kenapa terjadi perdarahan. Dua hari sebelumnya itu sehat, sehat sekali ibu Titiek Puspa berkumpul dengan 300 yatim piatu di acara Musika Berbagi,” kata Petty di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan.
Petty menambahkan bahwa pada 24 Maret lalu, ibunya sempat diwawancarai oleh media dan berbicara dengan lancar tanpa menunjukkan tanda-tanda kelelahan atau gangguan kesehatan. Namun, pada hari-hari berikutnya, kondisi penyanyi 87 tahun itu mendadak menurun. “Dia ceria, senang bersama anak yatim. Kemudian ada wawancara, ibu Titiek tidak ada pelo sama sekali, bahasanya lancar. Itu tanggal 24 ya. Kemudian tanggal 25 istirahat, tanggal 26 syuting. Nah terjadi seperti itu,” jelasnya.
Meski belum diketahui pasti penyebab pasti pendarahan otak yang dialami pemilik nama asli Sudarwati itu, Petty menduga bahwa usia ibunya yang kini telah menginjak 87 tahun menjadi salah satu faktor risiko utama. sin, set