wartadigital.id
Headline Surabaya

Turunkan Stunting, BKKBN Jatim Latih 76 Penyuluh KB Teknik Konseling Calon Pengantin

Pelatihan diikuti penyuluh KB dari 38 kab/kota se-Jatim ini dilakukan mulai 21 hingga 30 Juli 2021 dengan metode Virtual Meeting.

 

SURABAYA (wartadigital.id) – Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur melalui bidang pelatihan dan pengembangan melatih 76 orang penyuluh keluarga berencana tentang teknik konseling calon pengantin. Pelatihan yang diikuti para penyuluh KB dari 38 kab/kota se-Jatim ini dilakukan mulai 21 hingga 30 Juli 2021 dengan metode Virtual Meeting di lokasi masing-masing peserta, mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Kepala Bidang Latbang Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim Sukamto mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut kebijakan nasional, bahwa BKKBN mendapatkan mandat dari Presiden RI untuk menjadi Ketua Pelaksana Program Percepatan Penurunan stunting. Sekaligus adanya Surat Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Nomor: 10642/PL.02/J.6/2021 tanggal 12 Juli 2021, Perihal Pelatihan Teknis Konseling Calon Pengantin Bagi Penyuluh KB (PKB) melalui E-Learning. Kegiatan ini merupakan Project Initiative Bidang Latbang dalam Upaya Pencegahan Stunting di Jawa Timur.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan SDM penyuluh KB di lini lapangan tentang konseling bagi calon pengantin agar memiliki pengetahuan tentang keluarga, kesehatan reproduksi dan pengasuhan yang menitikberatkan pada 1.000 HPK dalam upaya pencegahan stunting sejak dini,” jelas Sukamto dikonfirmasi, Sabtu (31/7/2021).

Sukamto menambahkan hasil yang diharapkan dari pelatihan ini tidak lain adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan SDM penyuluh KB tentang konseling bagi calon pengantin. Adanya kerjasama antara penyuluh KB dengan KUA di wilayah kerja tentang konseling bagi calon pengantin dan minimal 50% calon pengantin di wilayah kerja peserta mendapatkan konseling dari PKB tentang kehidupan berumah tangga, kesehatan reproduksi dan pengasuhan yang berfokus pada masa 1.000 HPK sebagai upaya pencegahan terjadinya stunting di Jawa Timur.

Pencapaian program Bangga Kencana Provinsi Jawa Timur Tahun 2020, belum sepenuhnya menggembirakan. Enam Indikator Kinerja Utama yang ditetapkan, belum mencapai hasil optimal, yaitu Angka Kelahiran Total (TFR) per WUS usia 15-49  tahun  target  1,94 dan realisasi    1,29  atau (84,72%), Modern Contraceptive Prevalance Rate (mCPR) dengan target  65,24% realisasi 62,1% atau (95,19%),  Unmet Need dengan target  7,54% realisasi 10%  atau (75,40%) ,  ASFR 15-19 dengan target  31 dan realisasi  31,2 atau (99,36%) , Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) target 51,11 dan realisasi 55,61 atau (108,8%) dan Median Usia Kawin Pertama Perempuan (MUKP)  dengan target  20,9, dan realisasi  20,1 (96,17%) (Sumber : BKKBN 2021)

Dijelaskan Sukamto pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak awal 2020, benar-benar telah memberikan dampak terdapat pencapaian program Bangga Kencana khususnya di Jawa Timur. Berdasarkan Data REK/F/I/DAL/13 Mei 2021 diantaranya bahwa tren DO masih meningkat. Capaian  Maret 4,73, April 5,53 dan Mei 5,48. Adapun kabupaten DOnya masih kurang dari 10%.

“Enam kabupaten/kota yang DOnya kurang 10% itu yaitu Kab Pacitan, Trenggalek, Banyuwangi, Situbondo, Pamekasan dan Kota Blitar. Masih ada kasus komplikasi yaitu 17 kasus dan kegagalan 12 kasus, hal tersebut sebagai perhatian kita bersama bagaimana hal tersebut tidak akan terjadi di masa yang akan datang,” paparnya.

Sukaryo Teguh Santoso

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Sukaryo Teguh Santoso menjelaskan sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, BKKBN pada tahun ini telah mendapatkan mandat untuk menjadi Ketua Pelaksana Program Percepatan Penurunan Stunting  melalui Rakornas Program Bangga Kencana pada 29 Januari 2021. Presiden menyampaikan amanatnya bahwa sesuai Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024, angka stunting pada 2024 ditargetkan mencapai 14% dengan rata-rata penurunannya per tahun sebesar 2,5%.

“Berdasarkan Laporan Pelaksanaan Integrasi Susenas Maret 2019 dan Studi Status Gizi Balita Indonesia 2019 (SSGBI) BPS, perbandingan angka stunting Nasional  (27,67%)  dan Jawa Timur (26,9%), “ sebutnya.

Oleh karena itu, sambung Teguh, perlu upaya – upaya strategis agar target yang diharapkan dapat tercapai diantaranya dengan melakukan pencegahan terjadinya stunting, memperkuat edukasi tentang pengasuhan 1.000 HPK, memperkuat intervensi terhadap kasus stunting dan meningkatkan kemitraan penanggulangan stunting dengan melibatkan mitra kerja potensial, dengan memobilisasi kekuatan akar rumput yang difokuskan pada penguatan sistem pelayanan di kabupaten/kota hingga ke tingkat desa, sehingga diperlukan gerakan gotong royong bersama pemerintah daerah serta para mitra kerja terkait.

Dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Indonesia pada 2014 sebesar 14 %, BKKBN melalui program Bangga Kencana menfokuskan pada intervensi hulu yang bertujuan untuk mencegah lahirnya bayi stunting baru.  Lima strategi yang telah disusun, yaitu mencegah kelahiran bayi berpotensi stunting, pengasuhan 1.000 HPK, memperkuat basis data intervensi dan monitoring stunting, promosi dan pelembagaan keterlibatan masyarakat, serta kemitraan penanganan stunting.

Salah satu peserta, Zumrotul Firdaus mengungkapkan manfaat dari mengikuti pelatihan ini adalah dirinya bisa melakukan pendampingan bagi catin. Di mana, sebelum menikah catin harus menentukan tujuan menikah, menentukan prioritas berkeluarga, menyusun rencana jangka panjang, saling percaya, meskipun suami istri tidak harus terus bersama, tapi kedua belah pihak ada kesibukan sendiri yang penting saling percaya.  Inventarisir kegiatan rutinitas, menstimulasikan kegiatan atau rencana keluarga.

“Sebelum menikah membuat perjanjian pranikah atau tulis visi misi keluarga dan kesepakatan dalam melaksanakan rencana yang sudah disusun, “ucapnya.

Sedang Andik Suhari mengatakan pengetahuan yang harus dimiliki oleh catin di antaranya ada persiapan pembangunan keluarga. Selain itu perencanaan pengelolaan keuangan keluarga  harus dilakukan secara bersama. sis

Related posts

Gandeng Swasta, Pemkot Surabaya Buka Pelayanan Vaksinasi Covid-19 Melalui Metode Drive Thru untuk Lansia

redaksiWD

Mau Jadi Ketum Demokrat KLB Ilegal, Moeldoko Diyakini Bergerak atas Perintah Atasan

redaksiWD

Siap-siap, Mulai 13 Juli Singapura Larang Masuk Semua Orang dari Indonesia

redaksiWD