UIN Satu Tulungagung Terapkan Ekoteologi Lewat Pembangunan Bioswale

Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN Satu) Tulungagung. (foto:uinsatu.ac.id)

TULUNGAGUNG (wartadigital.id) – Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN Satu) Tulungagung mulai menerjemahkan pesan ekoteologi Menteri Agama Nasaruddin Umar ke dalam kebijakan kampus melalui pembangunan bioswale sebagai infrastruktur hijau berbasis nilai keagamaan.

Pembangunan bioswale tersebut menjadi bagian dari strategi UIN Satu dalam mengelola lingkungan kampus secara berkelanjutan, khususnya terkait pengendalian limpasan air hujan, peningkatan kualitas ruang terbuka hijau, serta penguatan kesadaran ekologis sivitas akademika dan mahasiswa.

Bacaan Lainnya

Rektor Abd. Aziz mengatakan, bioswale dikembangkan sebagai bentuk integrasi nilai keislaman, pengembangan keilmuan, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup dalam arah kebijakan kampus.

“Bioswale ini bukan sekadar fasilitas drainase, tetapi wujud kesadaran ekologis kita bersama. Kampus tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi teladan dalam praktik pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Secara teknis, bioswale dirancang sebagai saluran hijau bervegetasi yang berfungsi memerlambat aliran air hujan sebelum masuk ke sistem pembuangan. Air hujan dialirkan melalui lapisan tanah dan tanaman tertentu sehingga memungkinkan proses penyaringan polutan secara alami.

Sistem tersebut juga mendukung proses resapan air ke dalam tanah untuk meminimalkan potensi genangan di area kampus. “Melalui bioswale, air hujan dikelola secara alami sehingga tidak langsung dibuang, tetapi dimanfaatkan untuk menjaga keseimbangan lingkungan kampus,” kata Abd. Aziz.

Selain fungsi teknis, keberadaan bioswale turut berkontribusi pada peningkatan kualitas lanskap kampus. Area bioswale menghadirkan ruang hijau yang mendukung kenyamanan lingkungan, menciptakan suasana kampus yang lebih sejuk dan asri, serta memperkuat keberlanjutan ekosistem skala mikro.

Bioswale juga dimanfaatkan sebagai media pembelajaran ekologis bagi mahasiswa dan sivitas akademika. Melalui fasilitas ini, kampus mendorong pemahaman bahwa prinsip keberlanjutan perlu diintegrasikan dalam setiap aspek pembangunan, termasuk di lingkungan pendidikan tinggi.

Penguatan infrastruktur hijau tersebut sejalan dengan pesan Menteri Agama Nasaruddin Umar mengenai pentingnya ekoteologi, yang memandang perawatan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab keimanan. kmg, tua