Ungkapkan Kasih Ibu, Mahasiswa FHIK PCU Gelar The Story of Her

Istri Walikota Surabaya Rini Indriyani menghadiri gelaran Mahasiswa FHIK PCU yakni The Story of Her di kampus setempat, Rabu (8/2/2023).

 

SURABAYA (wartadigital.id) – Mahasiswa FHIK (Fakultas Humaniora dan Industri Kreatif) PCU (Petra Christian University) semester lima mengekspresikan kasih sayang pada ibu melalui karya bertajuk The Story of Her.

Bacaan Lainnya

Pengunjung bisa menikmati 24 desain kebaya dan 24 storytelling tentang ibu mulai 7-10 Februari 2023 di gedung Q lantai 3 kampus PCU.

Ibu, sosok ini sangat besar jasanya sejak manusia dilahirkan. Hal inilah yang kemudian mendorong para mahasiswa FHIK PCU untuk mengekspresikan rasa cintanya pada sosok ibu dengan menggelar pameran bertajuk “The Story of Her”.

“Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara mahasiswa Textile and Fashion Design dengan Communication Science Department yang diinisiasi oleh mata kuliah Media Media Komunikasi Visual, Creative Fabric dan Fashion Communication.”, ungkap Purnama Esa Dora SSn, MSc  yang akrab disapa Esa selaku penanggung jawab acara, Rabu (8/2/2023).

Esa menambahkan, ekspresi karya ini menjadi bukti kasih sayang antara Ibu dan anak sekaligus mengungkapkan latar belakang penciptaan kebaya yang mana hidup di budaya Indonesia. “Sebuah kesempatan emas untuk menunjukkan ekspresi kasih sayang kami pada ibu sekaligus menunjukkan betapa pentingnya peran Ibu dalam kehidupan. Sementara itu kebaya ini bukan hanya sekadar produk mode semata akan tetapi erat kaitannya dengan sosok wanita, yang dikerucutkan dengan sosok Ibu,” tambah dosen berkaca mata itu.

Kegiatan ini menjadi spesial karena  hari ini pameran dihadiri oleh Rini Indriyani. Sosok ibu sekaligus wanita dan istri Walikota Surabaya yang kuat peranannya mendampingi Eri Cahyadi dalam memimpin Kota Surabaya.

Mini fashion show karya lima kebaya mahasiswa terbaik menjadi salah satu penampilan dalam acara yang digelar mulai pukul 11.00 itu. Sementara itu kebaya yang lain dapat dinikmati di manekin. Para mahasiswa semester lima tersebut saling berkolaborasi satu sama lain sesuai dengan keilmuan yang dipelajarinya.

Para mahasiswa Textile and Fashion Design membuat karya batik lalu kemudian mahasiswa Communication Science Department membuat kisah filosofi di balik pembuatan kebayanya.

Misalnya seperti karya dari Chavella Christensia mengusung karya bertajuk Her Ethereal World. Terinspirasi kisah dan perjuangan RA Kartini yang berupaya menegakkan emansipasi wanita. Motif kain lace menyesuaikan dengan konsep Her Ethereal World dengan perpaduan bentuk geometris dan motif bunga yang naturalis, membuat keduanya seimbang. Memberikan kesan kalem, namun tegas.

Chavella teringat akan sosok wanita paling tangguh yang pernah dikenal, yaitu seorang ibu. Tak pernah mengeluh, selalu bekerja keras dan memberikan yang terbaik untuk anak-anak dan keluarganya.

Lain halnya dengan karya dari Angela Tanujaya yang memberi judul karyanya Soft Blush. Konsepnya terinspirasi dari bunga Hortensia. Bunga hortensia ini dapat mencerahkan suasana serta sangat mendukung lingkungan sekitarnya namun ia butuh bagian lain untuk dapat bertahan hidup.

Angela menambahkan, hal ini menggambarkan dengan ikatan batin antara orangtua dan anak yang tidak dapat lepas antara satu sama lain karena saling menyayangi satu sama lain. Sementara itu warna kuning emas yang diambil melambangkan sosok orangtua khususnya ibu yang sangat sangat berharga serta kebaya ini dibuat untuk bentuk cinta dan terima kasihnya kepada ibu yang sudah merawat dan mengasihi hingga dewasa. nti