
BANDUNG (wartadigital.id) – Dinamika pencapresan sudah mulai ramai diperbincangkan, utamanya menyusul deklarasi NasDem yang mengusung Anies Baswedan sebagai Capres yang akan diusung pada Pemilu 2024.
Kini Giliran Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang mulai membocorkan gerak-geriknya untuk mendekati partai politik (parpol).
Ridwan Kamil mengaku hingga saat ini dirinya terus membangun komunikasi politik dengan berbagai pihak, seperti dengan sejumlah tokoh dan partai, terkait arah politiknya di masa mendatang. “Kan komunikasi politik dibangun dengan seluruh pihak. Saya ketemu Wantimpres dari Golkar, kemarin dengan Pak Prabowo, walaupun tidak terbuka ke media, membicarakan banyak hal tentang kolaborasi di Jawa Barat,” kata Ridwan Kamil di Gedung Sate Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/10/2022).
Dia menjelaskan ada berbagai hal yang dibahas saat dirinya bertemu dengan sejumlah tokoh dan partai politik, termasuk tentang Pemilu Serentak 2024. “Masalah (Pemilu) 2024 juga dibahas. Intinya adalah masing-masing dari kami maksimalkan saja ikhtiar menaikkan elektoral. Masalah nanti berjodoh atau tidak, tidak bisa ditentukan sekarang,” imbuhnya.
Ridwan Kamil, yang genap berusia 51 tahun pada Selasa, mengatakan dirinya akan mengumumkan keputusannya untuk bergabung dalam partai politik untuk kepentingan Pemilu 2024 paling tidak hingga akhir 2022.
“Hingga saat ini, begitu banyak dinamika yang terjadi dalam perpolitikan nasional menjelang (Pemilu) 2024; ya nanti dikabari; (pengumuman gabung parpol) masih di tahun ini,” ujarnya.
Anies Baswedan secara resmi menjadi bakal Capres dari Partai Nasdem. Anggota DPD dari DKI Jakarta Fahira Idris menilai, walau Anies baru diusung oleh satu parpol dan belum memenuhi syarat elektoral, namun dalam waktu dekat akan ada partai politik lain yang mendukung, sehingga syarat elektoral terpenuhi.
Untuk diketahui deklarasi Anies sebagai bakal Capres yang akan diusung pada Pilpres 2024 ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Jakarta, Senin (3/10/2022). Dukungan politik yang didapat Anies ini melengkapi dukungan publik yang lebih dulu didapat Gubernur DKI Jakarta ini.
Namun, jalan menjadi Capres masih membentang tinggi karena masih memerlukan dukungan partai politik lain dan kuatnya isu adanya dugaan upaya penjegalan Anies. “Bukan bermaksud untuk mendahului sesuatu yang belum terjadi, tetapi hemat saya selain Nasdem, Pak Anies Insya Allah bakal mendapat dukungan dari partai politik lainnya,” kata Fahira.
Menurut dia, dukungan partai lain memang krusial, tetapi yang lebih krusial saat ini adalah mengawal Anies dari adanya dugaan upaya penjegalan. Karena setelah Anies selesai dari jabatan Gubernur DKI, ia mengindikasi ada upaya penjegalan, terutama lewat kasus hukum.
“Saat ini isunya semakin kuat beredar di publik. Saya mengajak semua unsur yang mendukung Pak Anies untuk mengawal beliau dari berbagai upaya penjegalan. Kita jaga negeri ini dari kekuatan-kekuatan yang ingin menjadikan hukum sebagai alat untuk menjatuhkan lawan politik,” jelasnya.
Fahira Idris mengungkapkan, semua elemen bangsa bertanggung jawab dan berkepentingan memastikan kontestasi Pilpres 2024 berlangsung secara fair, jujur dan demokratis. Nilai-nilai keadilan, kejujuran dan demokrasi ini harus dikawal, dijaga dan dipastikan bersemai agar bangsa ini mendapatkan pemimpin yang lahir dari sebuah kontestasi politik yang sehat.
Sebab, Pilpres 2024 menjadi momentum bagi rakyat Indonesia untuk melahirkan pemimpin yang benar-benar menjadikan keadilan sosial sebagai dimensi utamanya. Publik berharap kontestasi Pilpres 2024 yang berlangsung secara fair, jujur, dan demokratis. “Tanpa ada tendensi apalagi dugaan upaya penjegalan akan menguntungkan rakyat karena disuguhkan calon-calon pemimpin yang berkualitas. Kita semua berkepentingan menjaga Pilpres 2024 ini dijauhkan dari pihak-pihak yang merusak demokrasi, di luar nilai-nilai kejujuran dan prinsip fairness,” paparnya. one, rep