
SURABAYA (wartadigital.id) – Lini pertahanan Persebaya perlahan menemukan bentuk terbaiknya. Tampil disiplin dan terorganisir, sektor belakang Bajul Ijo menjelma seperti tembok kukuh dengan catatan tiga clean sheet beruntun di Super League 2025/26.
Dalam tiga laga terakhir, Persebaya menunjukkan ketangguhan saat menumbangkan Malut United (0-2), membungkam Arema FC (0-4), hingga menaklukkan PSBS Biak (4-0). Di balik hasil meyakinkan tersebut, lini pertahanan tampil solid dan mampu meredam agresivitas lawan.
Ketangguhan ini tidak lepas dari semakin padu dan kuatnya duet bek tengah Gustavo Fernandes dan Risto Mitrevski. Keduanya tampil kompak dalam menjaga area pertahanan sekaligus menjadi pondasi penting kebangkitan performa tim.
Gustavo menilai, kekuatan lini belakang Persebaya bukan hanya hasil kerja individu, melainkan buah dari kerja kolektif seluruh pemain di lapangan.
“Menurut saya, kunci utamanya adalah kerja sama tim. Semua dimulai dari lini depan hingga belakang. Ketika lini tengah melakukan pressing dengan baik dan penyerang ikut membantu menutup ruang, kami di belakang tidak terlalu banyak menghadapi situasi berbahaya,” ujarnya.

Pemain berusia 26 tahun juga menegaskan, menjaga konsistensi untuk tidak kebobolan dalam beberapa laga berturut-turut membutuhkan fokus tinggi.
“Yang terpenting adalah menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan, membaca permainan lawan, serta disiplin dalam duel dan penempatan posisi,” tambah bek asal Brasil itu.
Hal senada disampaikan Risto Mitrevski. Ia menegaskan, keberhasilan mencatatkan tiga clean sheet beruntun merupakan hasil kerja keras seluruh tim, bukan hanya lini belakang.
“Tidak ada rahasia khusus. Ini hasil dari kerja keras, dedikasi, dan permainan kolektif. Clean sheet adalah tanggung jawab semua pemain di lapangan,” tegasnya.
Duet Gustavo dan Risto mulai dipasangkan sejak pekan ke-28 saat menghadapi Madura United. Meski saat itu Persebaya harus menerima kekalahan, pelatih Bernardo Tavares melihat potensi besar dari kombinasi keduanya.
Sejak momen itu, komposisi lini belakang Persebaya semakin stabil. Gustavo dan Risto terus dipercaya mengawal jantung pertahanan, dan perlahan menunjukkan hasil yang signifikan.
Gustavo mengakui, chemistry dengan Risto semakin terbangun dari pertandingan ke pertandingan.
“Kerja sama kami semakin baik. Di lapangan kami terus berkomunikasi untuk menjaga posisi dan membaca situasi,” ujarnya.
Risto pun merasakan hal yang sama. Ia menilai kedekatan dan komunikasi menjadi kunci utama dalam menjaga soliditas lini belakang.
“Saya rasa chemistry kami sangat baik, dan itu terlihat dari hasil di lapangan. Yang penting adalah membangun koneksi dengan rekan setim, terutama dengan pemain di posisi terdekat,” jelasnya.
Bagi kedua pemain, komunikasi menjadi elemen penting yang tidak bisa dipisahkan dari peran seorang bek tengah. Dengan komunikasi yang terjaga, koordinasi di lapangan menjadi lebih rapi dan efektif.
“Komunikasi sangat penting, baik untuk mengatur posisi, melakukan cover, maupun menjaga organisasi pertahanan. Dengan itu, pengambilan keputusan bisa dilakukan lebih cepat,” tutur Gustavo.
Ujian berikutnya sudah menanti. Duet Gustavo–Risto akan kembali diuji saat Persebaya bertandang ke markas Persis Solo pada pekan ke-32 Super League. Laga tersebut akan digelar di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (9/5/2026). sba





