
SURABAYA (wartadigital.id) – Acara malam tirakatan dan tasyakuran memeringati HUT Ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia mewarnai aktivitas hampir semua pelosok negeri. Termasuk kampung-kampung di Surabaya, Jumat (16/8/2024) malam.
Di kawasan Jl Jetis Kulon 10 juga tak ketinggalan menggelar ‘Malam Tasyakuran dan Kreativitas Warga RT 11 RW 04’ yang diikuti hampir semua warga setempat. Acara berlangsung di jalan kampung setempat dengan menggelar panggung dan beberan karpet lesehan bagi warga.
Ketua RT 11 RW 04 Kelurahan Wonokromo, Joko Purwanto, ST, mengatakan, acara secara global berlangsung lancar dan tanpa kendala. Ada dua sesi yakni sesi pertama meliputi doa bersama yang dipimpin Ustad Suroto, kemudian sambutan Ketua RT 11 yang membacakan sambutan Walikota Surabaya dalam malam tasyakuran kemerdekaan Republik Indonesia Ke-79 tahun 2024.
Kemudian sambutan sesepuh kampung yang disampaikan Bapak Bambang S, dan dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diikuti oleh tamu undangan. “Itu merupakan acara inti atau pokok,” ujar Joko.

Setelah itu masuk ke sesi kedua yang menyuguhkan beragam kreativitas warga meliputi penampilan anak-anak warga setempat, dilanjutkan pembagian hadiah lomba anak-anak hingga dewasa. Berlanjut hingga acara selesai dan diakhiri pembagian nasi kuning.
Menurut Joko, acara tasyakuran dan tirakatan itu merupakan rangkaian kegiatan memeringati HUT Ke-79 Kemerdekaan RI. “Banyak aktivitas dalam menyambut peringatan Kemerdekaan ini, mulai menghias kampung, aneka lomba mulai anak-anak hingga dewasa, kemudian bazar UMKM dan acara tasyakuran tadi malam,” kata Ketua RT 11 tiga periode itu, Sabtu (17/8/2024) pagi tadi.
Menurut dia, acara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 tahun 2024 ini diadakan lain dengan tahun-tahun sebelumnya. Untuk Malam Tasyakuran HUT ke-79 Kemerdekaan RI ini diwarnai kreativitas warga serta pembagian hadiah lomba 17 Agustusan.
Dengan kreativitas warga ini harapannya, warga bisa mengisi kemerdekaan dengan nilai-nilai positif, dan terus berkarya untuk yang terbaik seperti dalam sambutan pada HUT RI Ke-79. “Mari kita bersama-sama merenungkan kembali arti kemerdekaan bagi kita semua. Kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari perjuangan kita sebagai bangsa yang merdeka,” ujarnya.

Tantangan dari era modern ini tentunya berbeda dengan yang dihadapi oleh para pahlawan, namun semangat juang, kerja keras, dan rasa kebangsaan yang mereka tunjukkan tetap relevan dan harus menjadi inspirasi bagi kita semua, khususnya bagi generasi muda yang akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini.
“Kita harus mengingat bahwa kemerdekaan ini adalah amanah yang harus kita jaga dan isi dengan sebaik-baiknya. Sebagai generasi penerus, kita bertanggung jawab untuk terus membangun negeri ini menjadi lebih maju, adil, dan makmur
Saya percaya bahwa dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan rasa cinta tanah air yang tinggi, kita semua bisa membawa Indonesia ke masa depan yang lebih cerah. Maka marilah kita semua berdoa dan berusaha agar bangsa ini selalu diberikan diberkahi kedamaian, kesejahteraan, dan kemakmuran.
Sementara itu warga kampung RT 07 RW 03 Jambangan juga larut dalam kekhidmatan malam tirakatan dan tasyakuran. Warga RT 07 yang terbagi dalam tujuh klaster masing-masing menggelar tirakatan di gang atau klasternya.

Ketua RT 07 Sudjarwo, mengatakan, pihaknya harus adil membagi waktu untuk semua warga di tujuh klaster. “Walau sebentar, kami harus jenguk kegiatan mereka dan menyemangatinya agar tetap terjaga kerukunan dan keguyubannya,” kata dia.
Sudjarwo yang berdomisili di klaster Jambangan Tama, memberikan kata sambutan dan arahan saat tirakatan itu digelar. Berikutnya menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama yang dipimpin tokoh agama H Abdul Kholiq MZ. Berikutnya memotong tumpeng sebagai tanda syukur atas kemerdekaan Indonesia ke-79 ini. Potongan tumpeng diserahkan kepada H Abdul Kholiq MZ, salah satu tokoh agama setempat.
Usai acara inti dan pokok di klaster Jambangan Tama, Sudjarwo didampingi istri berkunjung ke enam klaster lainnya di lingkungan RT 07 RW 03 Kelurahan Jambangan, Kecamatan Jambangan.

Berbagai ragam acara untuk mengisi kegiatan setelah acara pokok malam tirakatan antara lain elekton, lomba menyanyi, campursari dan lainnya. Ada pula yang sekadar jagongan guna menghabiskan malam.
Dikatakan, meski inti acaranya sama yakni tasyakuran dan tirakatan memeringati Kemerdekaan RI ke-79, namun masing-masing klaster menggelarnya dengan citarasa yang berbeda. Ada yang model tumpengan, kirim doa dan tahlil dan lainnya.
Yang jelas, malam tirakatan dan tasyakuran di hampir pelosok penjuru negeri merupakan salah satu wujud dari rasa syukur atas pencapaian kemerdekaan yang dilakukan para pejuang dan pendahulu negeri. edt




