
MADIUN (wartadigital.id) – Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Madiun guna mempelajari implementasi Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) pada sektor Alat Penerangan Jalan (APJ).
Kunjungan Jumat (7/8/2026) ini menjadi langkah strategis dalam percepatan pembangunan infrastruktur tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara langsung.
Kegiatan yang bertempat di Ruang Rapat IT, Puspem, Caruban ini dihadiri Bupati Madiun beserta wakil, Wakil Bupati Kuningan beserta rombongan, staf ahli bidang ekonomi dan pembangunan Kabupaten Madiun, serta tamu undangan lainnya.
Bupati Kuningan yang diwakili oleh Wakilnya, Tuti Andriani menyampaikan maksud kedatangannya ke Kabupaten Madiun, untuk bersilaturahmi sekaligus mempelajari praktik baik yang telah berhasil diterapkan di Kabupaten Madiun sebagai referensi dalam pengembangan pembiayaan infrastruktur di daerahnya.
Menurutnya, tantangan pembangunan daerah yang sekarang ini semakin kompleks, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur dan pelayanan publik terus meningkat.

Sementara, kemampuan fiskal pemerintah daerah memiliki keterbatasan. Maka, kondisi itulah yang menuntut pemerintah daerah untuk menghadirkan inovasi pembiayaan pembangunan agar pelayanan kepada masyarakat tetap dapat ditingkatkan tanpa memberikan tekanan yang berlebihan terhadap APBD.
“Di sini, Pemerintah Kabupaten Kuningan memandang Kabupaten Madiun sebagai salah satu daerah yang berhasil membuktikan bahwa inovasi pembiayaan mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Yang menarik bagi kami, adalah keberhasilan Pemerintah Kabupaten Madiun menjadi pemrakarsa proyek KPBU APJ,” kata Tuti.
Dia berharap, dengan kunjungan studi tiru ke Kabupaten Madiun ini dapat menjadi inspirasi sekaligus referensi dalam penyusunan langkah-langkah yang lebih baik bagi daerahnya.
Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Madiun menerapkan skema KPBU untuk mengatasi keterbatasan anggaran, melalui pembangunan yang lebih efisien, cepat dan berorientasi pada peningkatan investasi serta manfaat bagi daerah.
Dengan menggunakan skema design –build- finance- operate- maintenance- transfer (DBFOMT), badan usaha bertanggungjawab mulai dari perencanaan, pembangunan, pembiayaan, pengoperasian, pemeliharaan hingga penyerahan aset kepada pemerintah di akhir masa kerja sama.

“Masa kerjasama proyek KPBU APJ ini sudah 10 tahun 9 bulan, yang terdiri atas 9 bulan masa konstruksi dan 10 tahun masa layanan. Dengan total investasi mencapai 113,5 miliar, terdiri dari capex sebesar 100,6 Miliar dan opex sebesar 13,5 miliar,” ujarnya.
Bupati mengatakan, pengembalian investasi dilakukan melalui mekanisme availability payment sebesar 20,8 miliar, dengan dukungan penjaminan dari PT Penjaminan Insfrastruktur Indonesia (PT PII). Keberhasilan KPBU APJ ini didukung oleh kelembagaan yang terstruktur, dengan simpul KPBU dan Dinas Perhubungan bersinergi dalam persiapan, pelaksanaan, koordinasi, pengawasan dan monitoring proyek.
“Pelaksanaan KPBU APJ ini memberikan manfaat nyata melalui peningkatan investasi, pertumbuhan UMKM, kenaikan penerimaan PBJT-TL, serta efisiensi biaya listrik penerangan jala. Yang didukung perencanaan yang matang, regulasi, sinergi, dan komunikasi yang baik, serta menjadi pengalaman yang siap dibagikan kepada daerah lain,” ujar Bupati.
Dirinya berharap, kunjungan ini dapat menjadi sarana berbagi pengetahuan, memperkuat kolaborasi, serta menghasilkan diskusi yang konstruktif, sehingga setiap daerah dapat mengembangkan kebijakan yang inovatif dan berdampak bagi masyarakat.
Adapun di akhir rangkaian kegiatan tersebut, dilakukan pertukaran plakat antara Pemkab Madiun dan Pemkab Kuningan, semoga pertemuan ini semakin mempererat kerja sama dan menjadi awal kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang. adi





