
SIDOARJO (wartadigital.id) – Kepolisian Daerah Jawa Timur mengingatkan masyarakat Jawa Timur untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan menjelang Ramadan 1446 H atau Tahun 2025.
Pasalnya, data di Polda Jatim menunjukkan adanya peningkatan pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dikenal dengan Kejahatan 3C dan kecelakaan lalu lintas.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto SH, SIK menjelaskan bahwa data di Polda Jatim menunjukkan ada peningkatan 3C dan laka lantas menjelang puasa dan hari raya. Untuk itu, sebelum memasuki masa Ramadan yang kurang beberapa hari lagi, pihaknya mengingatkan masyarakat untuk waspada.
“Kejahatan bisa terjadi karena ada niat dan kesempatan, ” tegas Dirmanto kepada insan media yang hadir dalam Acara yang dikemas dalam Manajemen Media Polda Jatim dalam Operasi Mantap Praja Semeru 2025 dengan tema Sinergitas Humas Polda Jatim dan Awak Media dalam Mengelola Informasi untuk Mewujudkan Kondusifitas Kamtibmas tahap Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur di Wilayah Polresta Sidoarjo, Pasuruan dan Pasuruan Kota di Kampung Kecil Sidoarjo, Selasa (18/2/2025).
Darmanto menegaskan bahwa closed-circuit Television (CCTV) bukan jamiman terhindar dari kejahatan, CCTV hanya alat untuk mendeteksi pelaku kejahatan. Apalagi saat ini para pelaku kejahatan semakin pintar untuk menutupi identitas mereka agar tidak bisa dikenali walau tersorot CCTV dengan memakai jaket, topi, masker, kacamata atau helm.
“CCTV saja tidak cukup. Akan sangat baik untuk menjaga keamanan itu menggunakan CCTV dilengkapi dengan tenaga penjaga keamanan, ” ungkapnya.
Hampir setiap hari kejadian curanmor ini terjadi, bahkan dalam melakukan aksinya, para pelaku ini membutuhkan waktu yang sangat cepat bahkan bisa kurang dari dua menit untuk membobol kunci motor dan menyalakan motor sehingga motor berhasil dibawa kabur.
“Selain curanmor, kasus narkoba juga menjadi perhatian kami. Jumlah kasusnya juga meningkat dan kami juga membutuhkan teman media untuk terus mengedukasi masyarakat akan bahaya narkoba, ” tuturnya.
Darmanto juga sempat menyinggung kasus pembuangan bayi yang hampir tiap bulan terjadi di wilayah Provinsi Jawa Timur. Bahkan di bulan ini, kasus pembuangan bayi sudah terjadi dua kali di Jombang.
Sedang untuk laka lantas, ungkap Darmanto masih banyak kejadian kasus kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kondisi jalan yang rusak, minimnya penerangan, serta ketidakpatuhan pengguna dalam berkendara.
Sebelumnya, Darmanto meminta insan media untuk bisa membantu dalam mengelola Informasi untuk mewujudkan kondusifitas kamtibmas tahap pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur serta bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota yang digelar pada 20 Februari mendatang. sis





