Menkeu Siap Suntik Dana ke Bank Daerah: Kalau Hilang, Potong Saja DAU dan DAK

Bank Jatim bakal menerima injeksi dana pemerintah yang disimpan di Bank Indonesia (BI).

JAKARTA (wartadigital.id) — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap alasan di balik pemilihan PT Bank DKI atau Bank Jakarta serta PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) untuk menerima injeksi dana pemerintah yang disimpan di Bank Indonesia (BI).

Purbaya menyebut saat ini pemerintah masih memiliki dana di BI sebesar Rp 275 triliun, setelah sebelumnya mengambil Rp 200 triliun pada September 2025 lalu untuk disalurkan ke Himbara.  Menurutnya, kedua bank pembangunan daerah (BPD) itu didukung oleh pemerintah daerah (pemda) yang besar. Sehingga, apabila uang itu tidak tersalurkan dengan benar, maka otoritas fiskal pusat bisa dengan mudah menggantinya dengan memotong dana transfer ke dua daerah itu.  “Satu Pemda Jakarta, satu Pemda Jatim, dua-duanya besar. Jadi saya merasa lebih aman ditaruh sana. Kalau uangnya misalnya hilang, saya potong saja DAU dan DAK-nya. Selesai,” ujarnya kepada wartawan usai menghadiri Prasasti Luncheon Talk di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (8/10/2025).

Bacaan Lainnya

Pria yang sebelumnya menjabat Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu mengatakan, sampai saat ini belum memutuskan berapa besaran dana yang akan diinjeksi ke Bank Jakarta maupun Bank Jatim.  Purbaya juga memastikan tidak akan memaksa BPD dalam menyerap injeksi dana milik pemerintah itu. Oleh karenanya, saat ini Bendahara Negara belum menetapkan secara pasti besaran dana yang akan disuntikkan ke Bank Jakarta dan Bank Jatim.  Sebelumnya, dia sempat menyinggung besaran dana sekitar Rp 10 triliun hingga Rp20 triliun untuk dipertimbangkan bisa disalurkan ke dua BPD itu.  Apalagi, dia meyebut sudah bertemu dengan Gubernur Jakarta dan Gubernur Jawa Timur, selaku pemilik saham mayoritas masing-masing dua BPD tersebut.  “Karena bank-bank BPD-nya yang lain kurang dana juga. Jadi kalau saya masukin ke Bank Jatim, mereka seharusnya nyebar ke mana-mana di daerah lain dengan cepat. Kita akan menciptakan pertempuran ekonomi daerah yang lebih merata,” pungkasnya.

Berbeda dengan penempatan dana pemerintah sebelumnya ke Himbara, Purbaya akan berdiskusi terlebih dahulu dengan kedua BPD tersebut ihwal kemampuan mereka dalam menyerap likuiditas murah itu.  Apabila mereka sudah siap, dia memastikan dana itu akan langsung disuntikkan ke dua bank daerah tersebut. “Begitu mereka siap, langsung masuk [uangnya]. Uangnya sudah siap kok,” terang Purbaya.

Adapun sebelumnya Purbaya pada September lalu telah menyuntikkan Rp 200 triliun total ke lima himbara. Secara terperinci, pembagiannya meliputi Bank Mandiri Rp 55 triliun, BRI Rp 55 triliun, BNI Rp 55 triliun, BTN Rp 25 triliun dan BSI Rp 10 triliun. sin, set

Pos terkait