Gagas Inovasi Alat Tuberkulosis, Mahasiswa UNAIR Sabet Juara Hackathon Nasional

Tim TB-Shield berhasil meraih juara 3 dalam UGM Public Health Hackathon 2026.

SURABAYA (wartadigital.id) – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa UNAIR pada ajang inovasi kesehatan nasional. Tim TB-Shield berhasil meraih juara 3 dalam UGM Public Health Hackathon 2026.

Tim tersebut terdiri dari Anindita Azkia Fauzana  (FK) , (Bayu Cahyo Bintoro (FKG) dan Intan Asmi Saharani (FTMM). Mereka menciptakan inovasi yang diberi nama TB-SHIELD, sebuah konsep sistem pendukung pencegahan tuberkulosis di lingkungan kerja indoor.

Bacaan Lainnya

TB-SHIELD berawal dari tingginya kasus tuberkulosis di Indonesia, khususnya pada kelompok usia produktif. Lingkungan kerja menjadi ruang banyaknya aktivitas bersama dalam waktu lama di ruang tertutup. Selain risiko penularan, mereka juga menyoroti adanya stigma sosial yang membuat sebagian orang tidak ingin melakukan skrining kesehatan.

Anindita menjelaskan bahwa TB-SHIELD dirancang sebagai sistem yang menggabungkan banyak aspek. “TB-SHIELD merupakan sistem yang menggabungkan teknologi, kesehatan masyarakat, dan pendekatan psikososial untuk menciptakan ruang kerja yang lebih aman. Inovasi ini berfokus pada pemantauan risiko, peningkatan kualitas udara ruangan, serta pengelolaan tindak lanjut kesehatan yang lebih terstruktur bagi pekerja,” jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (12/5/2026).

 Bayu mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam pengembangan inovasi adalah menyatukan berbagai bidang keilmuan menjadi satu konsep. “Kami harus menggabungkan aspek kesehatan masyarakat, teknologi digital, kualitas udara, material nano, hingga psikososial agar inovasi tetap relevan, aman, dan berpotensi diterapkan di dunia kerja nyata,” jelasnya.

Intan juga menambahkan tantangan lain berupa persiapan hingga babak penentuan. “Kami juga harus mempersiapkan konsep dan prototipe secara matang, serta menyederhanakan ide yang kompleks agar mudah dipahami oleh juri dan audiens. Untuk mengatasinya, tim membagi peran sesuai latar belakang keilmuan dan memperkuat penyampaian melalui visual, prototype, serta skenario penggunaan,” terangnya.

 Untuk kedepannya, TB-SHIELD dikembangkan melalui tahap penyempurnaan desain, pengujian awal, validasi sistem, hingga pilot project di lingkungan kerja. “Harapannya, inovasi tersebut tidak berhenti sebagai prototype kompetisi, tetapi dapat menjadi solusi nyata dalam mendukung pencegahan tuberkulosis di tempat kerja,” katanya. nti

Pos terkait