
Kapal-kapal dari “Global Sumud Flotilla 2026 Spring Mission,” yang bertujuan untuk menembus blokade Israel di Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan, berangkat dari marina di Augusta di Pulau Sisilia, Italia, pada 26 April 2026.
JAKARTA (wartadigital.id) – Sekelompok warga negara Indonesia (WNI), termasuk sekurangnya dua wartawan media nasional, yang tergabung dalam flotilla bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, dilaporkan diculik pasukan Zionis Israel di tengah pelayaran mereka.
Disampaikan Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin, kelompok WNI yang terkena intersepsi Israel tersebut terdiri dari sembilan relawan, termasuk dua jurnalisnya Bambang Noroyono dan Thoudy Badai. “Kami mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional. Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami,” kata Andi, dikutip dari pernyataan resmi, Senin (18/5/2026).
Ia menuturkan para relawan Indonesia tersebut berlayar dengan semangat solidaritas serta membawa bantuan logistik, sementara para wartawan yang ikut serta tengah melakukan tugas jurnalistik dan kemanusiaan.
Dijelaskan Andi , tindakan Zionis Israel terhadap para relawan dan wartawan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza. “Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia, dan kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional,” tuturnya.
Adapun Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah dimintai keterangan terkait peristiwa penculikan para relawan dan jurnalis Indonesia oleh Zionis Israel tersebut.
Sementara itu, Republika juga menyiarkan sebuah video yang memperlihatkan salah satu wartawannya, Bambang Noroyono, yang telah diculik Israel.
Dalam video yang diunggah di Instagram tersebut, terlihat Bambang, dengan berjaket hitam, menyampaikan pernyataannya dengan mengacungkan paspor Indonesia di tangannya. “Jika anda menemukan video ini, mohon disampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Zionis Israel. Saya meminta agar pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara penjajah Zionis Israel ,” kata Bambang dalam video tersebut.
Menurut Republika, pasukan Zionis Israel dilaporkan melakukan intersepsi terhadap armada flotilla pada Senin pagi waktu Turki, di perairan Siprus sekitar 200 mil laut dari Gaza. Bambang bersama sejawat wartawan dan relawan lain diketahui menaiki kapal “Boralize” saat dicegat Israel. rep, ins




