Lisdyarita Kenang Jasa Mbah Wo Kucing Yang Andil Besar Lestarikan Reog Ponorogo

Haul ke-18 Mbah Wo Kucing berlangsung di kediamannya yang berada di Desa Kauman, Ponorogo

PONOROGO (wartadigital.id) – Sosok warok sepuh identik dengan Kasni Gunopati. Jenggot panjang, kumis lebat dan cambang putih adalah ciri khas laki-laki yang beken dipanggil Mbah Wo Kucing itu. Semasa hidupnya, Mbah Wo Kucing mendedikasikan diri dalam melestarikan kesenian Reog Ponorogo.

Haul ke-18 Mbah Wo Kucing berlangsung di kediamannya yang berada di Desa Kauman. Plt Bupati Lisdyarita yang ikut hadir menyebut shahibul haul sebagai tokoh penting dalam perjalanan sejarah Reog Ponorogo.

Bacaan Lainnya

Melalui keteladanan dan kegigihannya, Mbah Wo Kucing berjasa dalam mengembangkan kesenian khas Ponorogo itu.

“Mari bersama-sama mendoakan almarhum sekaligus meneladani semangat pengabdiannya dalam menjaga budaya,” ajak Bunda Lis, sapaan Lisdyarita.

Menurut Bunda Lis, ketokohan Mbah Wo Kucing dalam pengembangan kesenian Reog Ponorogo tak lagi diragukan. Grup Reog Pujangga Anom yang dia punya banyak melahirkan seniman terbaik di Ponorogo.

“Reog Ponorogo yang sekarang ini mendapat pengakuan dunia tidak lepas dari jasa para seniman terdahulu, termasuk Mbah Wo Kucing,” katanya.

Kata Bunda Lis, generasi penerus perlu meneladani semangat dan ketulusan para pendahulu dalam merawat budaya yang adiluhung. Pengakuan UNESCO yang menempatkan Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) seyogianya menjadi motivasi untuk semakin memperkuat upaya pelestarian.

“Pengabdian Mbah Wo Kucing akan menginspirasi generasi muda untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan Reog Ponorogo sebagai identitas serta kebanggaan daerah sekaligus warisan budaya dunia,” katanya. ono

Pos terkait