
SURABAYA (wartadigital.id) – Energi baru dan terbarukan menjadi topik yang hangat diperbincangkan pada era teknologi saat ini. Terlebih hal ini mengenai energi bersih yang tidak berdampak buruk pada alam.
Merespons hal ini, Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (Unair) fokus mengembangkan EBT dan kendaraan listrik ramah lingkungan, seperti konversi vespa klasik ke vespa listrik, dan sepeda listrik.
Unair dalam hal ini diwakili oleh Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) menggelar bakti pelayaran pelayanan Kesehatan di Sumenep, tepatnya di Pulai Gili Iyang, yang didukung oleh berbagai fakultas di Unair termasuk FTMM.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu bukti nyata pengabdian kepada masyarakat yang dikenal dengan nama Airlangga Community Development Hub (ACDH). Mendukung kegiatan tersebut, FTMM turut memberikan kontribusi dalam hal teknologi dalam mendukung kesehatan dan wisata.
Dekan FTMM Prof Dr Dwi Setyawan MSi berharap kontribusi FTMM bersama RSTKA semakin mempercepat pengoptimalan peran dan kontribusi nyata FTMM di skala nasional dan global.
Penyerahan Sepeda Listrik
Mewakili dosen yang turut serta dalam kegiatan tersebut, Yoga Uta Nugraha, mengungkapkan bahwa FTMM menyerahkan sepeda listrik karya mahasiswa dan dosen FTMM ke puskesmas pembantu Gili Iyang. Selain itu, juga melakukan survey sekaligus pemetaan parameter cuaca, intensitas matahari dan potensi angin, menggunakan alat hasil inovasi dosen dan mahasiswa dari S1 Teknik Elektro dan Teknik Robotika dan Keceerdasan Buatan dengan nama Airfeel.
“Kami juga menyosialisasikan manfaat kendaraan listrik untuk berwisata, terutama di Pulau Gili Iyang yang memiliki kualitas udara bersih,” jelas Yoga dalam siaran pers yang diterima, Kamis (2/6/2022).
Sepeda listrik FTMM diterima oleh Kepala Puskesmas dr Edi Kurnianto. “Terima kasih untuk Unair atas sumbangan inovasi sepeda listrik untuk masyarakat Gili Iyang, sumbangan ini sangat membantu pelayanan kesehatan di lokasi pulau,” kata dr Edi.
Prisma Megantoro salah satu dosen prodi S1 Teknik Elektro menjelaskan, bahwa potensi energi angin di Pulau Gili Iyang dengan rata-rata kecepatan angin di sebelah utara dan selatan pulau sebesar 5 m/s memungkinkan untuk dapat dibangun Pembangunan Listrik Tenaga Bayu/ Angin (PLTB) dengan kapasitas kecil. Usulan ini sinergi dengan pendapat Direktur RSTKA Dr Agus Hariyanto.
Hasil survey tim dosen dan mahasiswa menunjukkan bahwa pulau Gili Iyang memiliki potensi besar dalam hal Renewable Energy atau EBT. Lebih lanjut, dengan kondisi alam yang asri dan kualitas udara yang bagus, maka model pertanian hidroponik sangat potensial diterapkan.
Kegiatan ini turut diikuti oleh lima dosen FTMM dari Prodi S1 Teknik Elektro, S1 Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan, dan S1 Teknologi Sains Data, serta empat mahasiswa S1 Teknik Elektro. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari.
Lebih lanjut, sepeda listrik karya FTMM yang diserahkan juga akan membawa dampak positif pada masyarakat, khususnya dalam pelayanan Kesehatan di Puskesmas Pembantu Gili Iyang.
Kolaborasi FTMM lebih lanjut tentunya dalam pola kebutuhan jarak tempuh kegiatan wisata, dan mengarah pada spesifikasi kendaraan listrik yang cocok digunakan di Gili Iyang.
“Kami (FTMM, red) berkolaborasi dengan RSTKA, dan hadir membawa serta mengenalkan teknologi sederhana dan tepat guna. Sehingga mendapat respon sangat baik dari masyarakat,” ungkap Yoga.
Penyaluran fasilitas, lanjut Yoga, sepeda listrik tersebut langsung dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan di sekolah-sekolah area Gili Iyang.
“Angin dan sinar matahari menjadi potensi EBT unggul di Gili Iyang. Selain itu, berbekal kualitas udara yang sangat bersih, pengimplementasian EBT dan kendaraan listrik sangat potensial tentunya dalam merawat alam Gili Iyang,” jelasnya.
Kegiatan yang berlangsung di Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep tersebut patut dilakukan secara berkala. Hal ini mengingat potensi kolaborasi FTMM dengan teknologinya, dan Pulau Gili Iyang dengan alamnya yang bersih dan potensial untuk EBT.
Wakil Dekan 3 FTMM Prof Dr Retna Apsari menjelaskan bahwa kegiatan di Gili Iyang ini juga mendukung ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di area Good Health and Well-Being, Affordable and Clean Energy, Innovation and Infrastructure. “Pelayanan Kesehatan dengan menggunakan sepeda listrik, aktivitas terkait EBT, dan produk sepeda and Airfeel yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa FTMM dan merupakan output dari kegiatan Matching Fund – Kedaireka, merupakan bukti nyata FTTM dalam mendukung gol SDGs 3, 7 dan 9,” katanya. nti