wartadigital.id
Headline Pendidikan

FTMM Unair Gelar ICATAM, Diapresiasi Positif Akademisi Nasional dan Internasional

ICATAM menghadirkan sejumlah keynote speaker dari negara lain, salah satunya dari Amerika.

 

SURABAYA (wartadigital.id)  –   Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Unair menggelar International Conference on Advanced Technology and Multidiscipline (ICATAM) dengan tema : Advanced Technology and Multidiciplinary Prospective Towards Bright Future. ICATAM merupakan konferensi Internasional pertama untuk FTMM. Event ini sebagai salah satu media branding untuk lebih mengenalkan FTMM, meningkatkan jejaring dan awal kolaborasi khususnya publikasi karya penelitian dan bertukar ide dengan institusi dalam dan luar negeri. Event ini sebagai salah satu upaya untuk   memaksimalkan internasionalisasi FTTM Unair.

Agenda yang digelar secara virtual tersebut juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube FTMM Unair pada 13-14 Oktober 2021. ICATAM meski acara yang baru terlaksana pertama kali, namun telah memperoleh respons positif dari para akademisi nasional bahkan internasional. ICATAM dibuka resmi oleh Rektor Unair Prof Dr Nasih Ak, MT dan Dekan FTMM Prof Dr Dwi Setyawan Apt, MSi.

Wakil Dekan III FTMM Prof Dr Retna Apsari  MSi menerangkan bahwa ICATAM digelar untuk branding FTMM. Sebagai fakultas bungsu di Unair, FTMM mengambil langkah besar yang tepat dengan menggelar konferensi internasional untuk lebih mengenalkan keberadaan FTMM, berdiskusi bersama dengan peneliti, mahasiswa dan praktisi di level internasional. Diharapkan para peneliti dapat melakukan self evaluation dan segera berlari di skala global.

“Melalui event ini kami mengajak kolega maupun rekan sejawat, baik institusi dalam maupun luar negeri untuk berkolaborasi. Utamanya dalam publikasi karya penelitian dan bertukar ide penelitian di level laboratorium dan kemungkinan hilirisasi riset,” jelas Prof Retna dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Kamis (14/10/2021).

Dijelaskannya perkembangan teknologi baik dari yang konvensional, up to date, maupun multidisiplin area, akan mampu melahirkan karya nyata untuk bangsa. Maka, agenda ICATAM ini wajib menjadi agenda tahunan ke depannya, supaya mampu melahirkan berbagai pemikiran brilian untuk mengatasi masalah bangsa agar peneliti tidak selalu berada di menara gading.

Adapun keynote speaker pertama dalam kegiatan ini adalah Prof Daniela Dimitrova PhD  dari IOWA State University USA. Keynote speaker kedua adalah Prof Dr Ir Hazlie Mokhlis dari University Malaya Malaysia. Keynote speaker ketiga Prof Dr Simon M Hsiang PE, CPE dari University of North Carolina at Charlotte USA dan keynote speaker keempat adalah Prof Dr Retna Apsari MSi dari Universitas Airlangga.

Ada 12 invited speaker pada event tersebut yaitu Prof A Hoirul Basori dari King Abdul Azis University, Prof Dr Nurul Taufiqurrahman dari LIPI Indonesia, Prof Ir Hadi Suyono PhD dari Universitas Brawijaya, Dr rer nat Cecilia Esti N dari Universitas Katolik Parahyangan, Ratna Sari Dewi PhD dari Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Dr MV Reddy dari Institute of Research Hydro-Quebac, Dr Eng Chitiphon Chuaicham dari Kyusu University, Gunawan Prihandana PhD dari FTMM Unair, Herlambang Setiadi PhD dari FTMM Unair, Tahta Amrillah PhD dari FTMM Unair, Rizki P Prasetyo MT dari FTMM Unair, Indah Fahmiyah M Stat dari FTMM Unair.

Gelaran ICATAM dari FTMM Unair.

 

Sementara itu, Prihartini Widiyanti DDS, MHealth, PhD selaku Ketua Departemen Teknik FTMM sekaligus Ketua Pelaksana ICATAM 2021 mengungkapkan bahwa konferensi internasional ini sebagai salah satu entitas FTMM yang wajib mendiseminasikan karya dan aktivitas riset.

“Kita harus mendapatkan insight dan wawasan baru terkait perkembangan teknologi dunia. Meningkatkan jejaring dengan praktisi dan saintis pada bidang multidisiplin juga menjadi kewajiban kita,” ujarnya.

ICATAM, sambungnya, adalah perwujudan ruang kolaborasi akademis yang multidisiplin. Lebih lanjut, para academic peer list FTMM juga turut mendukung terselenggaranya acara ini dari awal. Selain itu, kolaborasi nyata pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa FTMM dalam menyiapkan acara sangatlah luar biasa.

Sebagai akademisi, menurut Yanti  -sapaan akrabnya- wajib hukumnya untuk berlatih mendiseminasikan karya dalam atmosfer internasional. Hal tersebut akan bermanfaat dalam meningkatkan kenaikan angka joint publication, join collaboration dan joint research oleh sivitas akademik FTMM. “Agenda ini juga menjadi langkah support untuk Unair dalam mengejar perangkingan nasional maupun global. Lebih lanjut, kita telah bekerjasama dengan American Institute of Physics,” imbuhnya.

Kumpulan paper dari ICATAM 2021 nantinya akan diproses menuju prosiding terindeks Scopus. Publikasi tentu menjadi poin penting dalam mendorong angka kredit fakultas maupun para dosen, semisal ingin mengajukan kenaikan pangkat.

Pada akhir, Yanti berharap dengan terlaksananya The 1st International Conference on Advanced Technology and Multidiscipline akan memompa semangat para akademisi dalam berkarya. Selain itu, semangat para panitia penyelenggara menjadi hal yang patut di apresiasi. nti

Related posts

Pemerintah Resmi Berlakukan PPKM Darurat 3-20 Juli di Jawa-Bali

redaksiWD

Hadang Penyebaran Varian Baru Covid-19, Pintu Masuk Indonesia Diperketat

redaksiWD

Lahan KIH Disiapkan148 Hektare, Pemprov Jatim Siap Fasilitasi Pembiayaan

redaksiWD