
PROBOLINGGO (wartadigital.id) – Program Communal Branding Palm Sugar atau pengembangan branding komunal gula aren di Kabupaten Probolinggo resmi dimulai.
Tahapan awal ditandai dengan kegiatan verifikasi dan identifikasi lapangan yang dilakukan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo di Kecamatan Krucil dan Kecamatan Tiris, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Tenaga Ahli Program Communal Branding Palm Sugar Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Rahmad Cahyadi bersama Mochamad Iqbal Mahardiyani dari DKUPP Kabupaten Probolinggo.
Verifikasi lapangan dilakukan untuk memetakan potensi kawasan, kapasitas produksi, kualitas produk, kelembagaan pelaku usaha hingga kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun identitas bersama bagi gula aren khas Kabupaten Probolinggo.

Kecamatan Krucil dan Kecamatan Tiris dipilih karena memiliki potensi besar sebagai sentra penghasil gula aren. Di Desa Kalianan Kecamatan Krucil, produksi gula semut mencapai sekitar 30 kilogram per bulan. Sementara di Kecamatan Tiris, sebanyak 12 dari 16 desa merupakan wilayah penghasil gula aren yang telah lama menjadi mata pencaharian masyarakat.
Tenaga Ahli Program Communal Branding Palm Sugar Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Rahmad Cahyadi mengatakan kegiatan ini menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan daerah dalam mengembangkan gula aren sebagai produk unggulan yang memiliki identitas kuat dan daya saing tinggi.
“Kami ingin memastikan kesiapan kawasan, kapasitas produksi, kualitas produk, kelembagaan pelaku usaha hingga komitmen seluruh pihak. Program ini diharapkan mampu membangun identitas bersama bagi gula aren Kabupaten Probolinggo sehingga memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi,” katanya.
Tim juga melakukan peninjauan langsung ke lokasi produksi gula aren di Desa Kalianan Kecamatan Krucil serta berdialog dengan para perajin dan pelaku UMKM di Desa Segaran Kecamatan Tiris. “Hasil identifikasi ini akan menjadi dasar penyusunan strategi pengembangan branding komunal yang mampu meningkatkan nilai ekonomi produk lokal,” jelasnya.

Sementara Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto melalui JF Pengawas Koperasi Ahli Muda Mochamad Iqbal Mahardiyani mengungkapkan Program Communal Branding diharapkan mampu memperkuat posisi gula aren Kabupaten Probolinggo di pasar regional hingga nasional.
“Dengan adanya identitas bersama, produk gula aren dari Kecamatan Krucil dan Kecamatan Tiris akan lebih mudah dikenal masyarakat. Kami berharap branding komunal ini mampu meningkatkan nilai tambah produk, memperluas akses pasar serta memperkuat daya saing para pelaku UMKM,” ujarnya.
Menurut Iqbal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menyambut baik pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari strategi pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal. Sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah dan pelaku UMKM dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan para perajin gula aren.
“Hasil verifikasi lapangan selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi dalam penetapan Program Communal Branding Palm Sugar Kabupaten Probolinggo. Melalui program ini, gula aren lokal diharapkan memiliki identitas yang semakin kuat, mampu menembus pasar yang lebih luas serta menjadi salah satu produk unggulan yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya. pbo, oli





