UPT LKD Kabupaten Pasuruan Latih 64 Pengangguran, Mulai Tata Rias hingga Pembuatan Roti Kue

Setidaknya 64 warga yang belum memiliki pekerjaaan mengikuti pelatihan yang digelar oleh UPT LKD Kabupaten Pasuruan.

 

PASURUAN (wartadigital.id) – Sebanyak 64 warga yang belum memiliki pekerjaaan alias pengangguran mengikuti pelatihan yang digelar oleh UPT LKD Kabupaten Pasuruan. Hal itu yang terlihat di Kantor UPT LKD Kabupaten Pasuruan, Kamis (21/3/2024) siang.

Bacaan Lainnya

Puluhan peserta mengikuti pelatihan tata rias, pembuatan roti kue dan menjahit. Khusus untuk pelatihan tata rias, total ada dua kelas yang dibuka dengan masing-masing kelas berisikan 16 peserta. Sedangkan menjahit dan pembuatan roti kue masing-masing hanya satu kelas.

Kepala UPT LKD Kabupaten Pasuruan, Umiasih Indrawati mengatakan, pelatihan dilaksanakan selama 30 hari, terhitung 15 Februari – 22 Maret 2024. Selama pelatihan, seluruh peserta mendapatkan fasilitas berupa makan minum, seragam 2 setel, uang transpor hingga obat-obatan serta kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Uang transpor sehari kami beri Rp 60 ribu, dan kalau dikalikan 30 hari berarti Rp 1,8 juta dan kami berikan ketika hari terakhir pelatihan,” kata Umi sembari melihat pelatihan tata rias di salah satu ruangan di kawasan UPT LKD.

Dijelaskannya, seluruh peserta yang mengikuti pelatihan belum memiliki pekerjaan alias pengangguran. Terutama mereka yang merupakan korban PHK perusahaan adalah yang paling banyak mengikuti pelatihan. “Sisanya ada yang baru lulus SMK atau SMA,” kata dia.

Ditargetkan, para peserta pelatihan akan punya cukup skill. Sehingga diharapkan bisa menjadi bekal untuk memiliki usaha mandiri. “Makanya kami datangkan instruktur yang berpengalaman supaya membagikan ilmunya. Ketika sudah selesai, peserta sudah punya skill,” lanjutnya.

Sementara itu, Ro’sul Humaidah, salah satu peserta pelatihan tata rias dari Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso, mengaku banyak mendapatkan ilmu make up dari instruktur yang khusus didatangkan dari Lembaga Kursus Pendidikan atau LKP. Usai pelatihan berakhir, ia bertekad untuk menjadi seorang make up artist demi dapat membiayai ketiga anaknya. “Mulai dari membuat alis sampai make up bold saya bisa sekarang. Semoga ini jadi ladang rejeki saya,” kata dia. sur,  ins

Pos terkait