
SURABAYA (wartadigital.id) – Ratusan warga memadati kawasan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau pada kegiatan Pasar Murah yang digelar Pemprov Jatim, Minggu (15/2/2026).
Antusiasme tinggi terlihat sejak siang hari, ratusan warga, terutama ibu rumah tangga, memadati lokasi kegiatan dan mengantre secara tertib untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Pelaksanaan Pasar Murah kali ini terasa istimewa karena digelar hanya beberapa hari sebelum umat Muslim memasuki bulan puasa. Yang mana Pasar Murah menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi dan stabilisasi harga bahan pokok menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 H.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, pasar murah merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi rumah tangga menjelang Ramadan.
“Supply aman, stok aman namun antusiasme ini karena kebutuhan meningkat menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Puasa,” ujarnya.
Dalam Pasar Murah tersebut, sejumlah komoditas dijual dengan harga di bawah harga pasar, antara lain beras premium Rp 14.000 per kilogram, beras medium Rp 11.000 per kilogram, minyak goreng Rp 13.000 per liter, telur ayam ras Rp 22.000 per pack, tepung terigu Rp 10.000 per kilogram, serta gula pasir Rp 14.000 per kilogram.
Selain itu, tersedia pula bawang putih Rp 6.000 per 250 gram, bawang merah Rp 7.000 per 250 gram, cabai rawit merah Rp 4.000 per 100 gram, cabai merah besar Rp 2.000 per 100 gram, serta daging ayam ras Rp 30.000 per pak.
“Harga ayam di pasaran 1 kg sudah menembus harga Rp 40.000 per kg sedangkan di Pasar Murah kali ini di harga Rp 30.000 per kg, Cabe Merah di pasaran seharga Rp 40.000 di Pasar Murah ini Rp 20.000. Sementara komoditi Cabai Rawit di pasar harganya saat ini Rp. 80.000 per kg, harga di pasar murah Rp 40.000 per kg,” jelasnya.
Khofifah berharap langkah ini mampu membantu stabilisasi harga khususnya pada periode krusial menjelang Ramadhan serta memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi dengan baik. Ia juga meminta distributor dan pemasok mempercepat distribusi guna menjaga keseimbangan antara permintaan dan pasokan.
Menurutnya, pasar murah merupakan bagian strategi pengendalian inflasi daerah sekaligus bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Pemprov Jatim akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, distributor, serta pelaku usaha guna memastikan distribusi pangan berjalan lancar dan stok tetap aman hingga Idul Fitri.
Selama Bulan Ramadan, Pemprov Jatim juga berkomitmen untuk menggencarkan operasi pasar dan pasar murah di berbagai daerah sebagai langkah konkret menjaga stabilitas ekonomi serta memberikan rasa tenang bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa. pri





