wartadigital.id
Ekbis Headline

2021, BPJS Kesehatan Surabaya Targetkan 19.464 Skrining Riwayat Kesehatan

Cangkruk BPJS Kesehatan Bersama Media Tahun 2021 yang digelar secara virtual, Jumat (10/9/2021).

 

SURABAYA (wartadigital.id) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kota Surabaya menargetkan 19.464 skrining riwayat kesehatan atau naik 58,07% dari tahun lalu pada aplikasi mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“BPJS Kesehatan terus berinovasi dalam memberikan akses kemudahan layanan bagi peserta Program JKN-KIS. Fitur skrining ini memudahkan pasien JKN mendeteksi dini empat penyakit potensial. Selain itu inovasi pelayanan lewat aplikasi mobile JKN juga untuk mengurangi tatap muka atau interaksi langsung guna mencegah penularan Covid-19,” kata Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer Kantor Cabang Surabaya Eka Wahyudi dalam Cangkruk BPJS Kesehatan Bersama Media Tahun 2021 yang digelar secara virtual, Jumat (10/9/2021).

Dijelaskan Eka hingga 3 September 2021, capaian skrining riwayat kesehatan di Kota Surabaya terealisasi 6.488 atau mencapai 33% dari target. Untuk memaksimalkan fitur ini, BPJS Kesehatan Kota Surabaya akan terus menggencarkan pelayanan promotif preventif ini agar peserta JKN-KIS dapat memanfaatkan fitur-fitur yang terdapat di dalam aplikasi Mobile JKN.

Dijelaskan Eka, semakin dini peserta BPJS Kesehatan mengetahui kondisi kesehatannya, maka semakin cepat upaya pengelolaan risiko sehingga jumlah penderita penyakit kronis dapat menurun. Efek jangka panjang yang diharapkan adalah menurunnya pembiayaan penyakit-penyakit tersebut, sehingga program JKN dapat terus memberikan manfaat kepada peserta yang membutuhkan.

Untuk diketahui BPJS Kesehatan meluncurkan  fitur mobile skrining riwayat kesehatan pada aplikasi BPJS Kesehatan Mobile di beberapa tempat di Indonesia, termasuk Surabaya. Fitur tersebut berfungsi untuk membantu warga mengecek kesehatan serta konsultasi penyakit melalui telepon seluler. Dengan adanya tambahan fitur ini, pengecekan dini potensi kesehatan bisa dilakukan lebih mudah.

Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile dapat diunduh melalui Google Play Store. Selain menu skrining, aplikasi milik BPJS Kesehatan tersebut juga menyediakan menu lain untuk mengecek status kepesertaan, data tagihan, lokasi fasilitas kesehatan, dan catatan pembayaran. Untuk bisa mengakses aplikasi, pengguna harus melakukan registrasi dengan mengisi data diri yang dibutuhkan.

Setelah terdaftar dan masuk ke aplikasi melalui tombol log in, pengguna dapat memilih menu skrining riwayat kesehatan. Ada 47 pertanyaan tentang kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga peserta, dan pola makan yang harus diisi. Berdasarkan pengisian pertanyaan ini, maka pengguna BPJS kesehatan akan mendapatkan hasil pengecekan risiko penyakit yang mungkin diderita meliputi diabetes, hipertensi, jantung, dan ginjal. Pengisian skrining riwayat kesehatan ini hanya dapat dilakukan sekali dalam setahun berjalan.

Skrining riwayat kesehatan dapat dilakukan oleh FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) atau secara mandiri melalui aplikasi Mobile JKN atau pun melalui website BPJS Kesehatan dan aplikasi Chika 08118750400 yang dapat diakses oleh peserta melalui WhatsApp, Telegram maupun Facebook Messager.

Sementara Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta Kantor Cabang Surabaya Wiedho Widiantoro menjelaskan sejak digulirkan 1 April 2021 hingga 1 September 2021 capaian UHC di Surabaya mencapai 96,16%. Peserta UHC di Kota Surabaya tercatat 2.856.647 dari jumlah penduduk Surabaya 2.970.730 orang. Dari peserta UHC Surabaya tersebut sebanyak 1.114.303 peserta adalah segmen peserta yang dibiayai Pemkot Surabaya (PBI APBD). Sisanya dari segmen PPU (Pekerja Penerima Upah) yakni dari kalangan ASN, TNI Polri, pekerja swasta, BUMN dan BUMD tercatat 861.499 peserta. Dan segmen PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) sebanyak 444.877 peserta, PBI APBN sebanyak 360.832 peserta dan BP (Bukan Pekerja) sebanyak 75.136 peserta.

Hingga akhir 2021, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Surabaya  bersinergi dengan Pemkot Surabaya menargetkan jumlah peserta UHC bisa mencapai 98%. Namun karena karena masih pandemi, target bisa mengalami revisi. “Anggaran-anggaran saat ini masih banyak kesedot untuk penanganan Covid-19, jadi realisasi target bisa saja mengalami revisi. Tapi target capaian kepesertaan UHC 98% di Kota Surabaya akan tetap direalisasikan,” katanya. nti

Related posts

Khofifah Tinjau Vaksin di Ponpes Lirboyo, Dua Hari Vaksinasi Targetkan 5 Ribu Santri

redaksiWD

WHO Serukan Dunia Tunda Pemberian Dosis Ketiga Vaksin Covid-19

redaksiWD

Pelindo III Kirim Bantuan Korban Bencana NTB-NTT

redaksiWD