Perkuat Ketahanan Pangan, 34 Kelompok Tani Terima Bantuan Pupuk dan Benih Unggul

Bantuan pupuk dan benih padi unggul bersertifikat mulai disalurkan kepada 34 kelompok tani BHI

MADIUN (wartadigital.id) – Pemerintah Kota Madiun kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga produktivitas sektor pertanian. Tahun 2026 ini, bantuan pupuk dan benih padi unggul bersertifikat mulai disalurkan kepada 34 kelompok tani Berbadan Hukum Indonesia (BHI) sebagai upaya menjaga kesuburan lahan, meningkatkan hasil panen, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Program yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tersebut memiliki total anggaran Rp1,603 miliar dengan total luas lahan 864,85 hektare.

Bacaan Lainnya

Ketua Tim Prasarana dan Sarana Pertanian DKPP Kota Madiun, Khoirul Irsad, mengatakan bantuan tersebut bukan sekadar memenuhi kebutuhan pupuk petani, tetapi juga menjadi langkah memperbaiki kondisi tanah yang selama ini mengalami penurunan kualitas akibat penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus.

“Tujuan kami menjaga kondisi lahan pertanian di Kota Madiun tetap baik. Selama ini penggunaan pupuk kimia yang berlebihan menyebabkan degradasi lahan sehingga kemampuan tanah menyimpan air ikut menurun. Karena itu kami mendorong penggunaan pupuk yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).

Tahun ini, jumlah kelompok tani penerima bantuan meningkat menjadi 34 kelompok, naik dibanding tahun lalu yang berjumlah 32 kelompok. Jumlah penyaluran pupuk  dilakukan berdasarkan luas lahan yang dikelola masing-masing petani.

Adapun bantuan pupuk yang disalurkan meliputi 54.615 kilogram pupuk NPK serta 24.200 kilogram pupuk hayati. Menurut Khoirul, bantuan tersebut juga menjadi pelengkap kebutuhan pupuk petani di tengah keterbatasan alokasi pupuk subsidi, khususnya pupuk NPK.

“Ketersediaan pupuk subsidi belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan petani. Bantuan dari pemerintah daerah ini diharapkan mampu menjembatani kekurangan tersebut sehingga kebutuhan pupuk dapat mendekati 80 hingga 90 persen,” katanya.

Selain pupuk, Pemkot Madiun juga menyalurkan 25.560 kilogram benih padi unggul bersertifikat varietas Inpari 32. Varietas tersebut dipilih karena memiliki ketahanan terhadap serangan wereng yang selama ini menjadi salah satu ancaman utama bagi tanaman padi.

Khoirul menjelaskan, penyaluran bantuan diprioritaskan pada musim tanam kedua dan ketiga. Selain untuk menjaga produktivitas saat musim kemarau, strategi ini dilakukan agar kebutuhan pupuk petani tetap tercukupi setelah sebagian besar pupuk subsidi digunakan pada musim tanam pertama. Pendistribusi bantuan pun telah dimulai secara bertahap sejak pekan lalu.

“Kami selalu berupaya memberikan yang terbaik kepada petani. Mereka adalah pahlawan pangan yang berperan penting dalam mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan,” kata dia. adi, mtd

Pos terkait