Tekan Angka Pengangguran Terdidik, ACESFA UNAIR Hadirkan 63 Perusahaan dan Ribuan Peluang Karier

Bertempat di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus MERR-C pada Selasa (19/5/2026), perhelatan akbar ini dibuka secara resmi oleh Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin.

SURABAYA (wartadigital.id) – Universitas Airlangga (UNAIR)  melalui Pusat Karir dan Keberdampakan Alumni (PKKA)  kembali menjembatani talenta muda dengan dunia kerja global melalui Airlangga Career and Scholarship Fair (ACESFA) ke-43.

Bertempat di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus MERR-C pada Selasa (19/5/2026), perhelatan akbar ini dibuka secara resmi oleh Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin.

Bacaan Lainnya

Mengusung semangat kolaborasi, ajang yang memadukan bursa kerja dan pameran beasiswa ini berhasil menarik antusiasme ribuan mahasiswa. Tidak hanya itu, alumni, hingga masyarakat umum juga turut memadati lokasi sejak pagi hari.

Prof Madyan menyoroti dinamika dunia kerja saat ini yang ditandai oleh disrupsi teknologi, transformasi industri, dan kompetisi global yang semakin terbuka. Ia memaparkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan angka pengangguran terdidik di Indonesia pada tahun 2026 telah mencapai lebih dari satu juta orang.

Menurut Prof Madyan, Dunia kerja saat ini bergerak menuju lanskap baru yang ditandai oleh disrupsi teknologi, transformasi industri, dan kompetisi global yang semakin terbuka. “Dalam situasi tersebut, fenomena pengangguran terdidik, yakni lulusan perguruan tinggi yang belum memperoleh pekerjaan, masih menjadi tantangan yang memerlukan perhatian terus-menerus dan sangat serius,” tegas Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) tersebut.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak lagi hanya diukur dari nilai akademik. Melainkan pada ketangkasan lulusan di tengah masyarakat. Kondisi tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak cukup diukur dari capaian akademik semata, tetapi juga dari kemampuan lulusan untuk beradaptasi, membangun jejaring, dan menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

Selain berfokus pada karir profesional, Prof Madyan juga mengapresiasi semangat kolaborasi dari  berbagai mitra yang mencerminkan sinergi. “Kehadiran saudara sekalian mencerminkan semangat kolaborasi dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan masyarakat. Semangat kolaborasi tersebut menjadi semakin penting di tengah perubahan global yang berlangsung begitu cepat guna mempersiapkan generasi muda masa depan yang dinamis,” papar Prof Madyan.

Ketua PKKA UNAIR Prof Dr Nisful Laila SE MCom CRA memaparkan bahwa ACESFA ke-43 ini berhasil menarik 10.500 peserta dengan dukungan 63 mitra perusahaan dan 5 lembaga pendidikan. Selain bursa kerja, ajang ini menyediakan fasilitas pengembangan diri yang mencakup konseling karier dan reviu CV.

“Melalui ajang ini, kita tidak hanya membuka pintu kesempatan kerja maupun magang, tetapi juga memberikan akses beasiswa pendidikan lanjutan serta keberadaan program pengembangan kompetensi agar setiap lulusan Universitas Airlangga memiliki kesiapan karir yang mumpuni,” ujar Prof Nisful.

Guru Besar Bidang Keuangan dan Perbankan Islam itu juga menekankan bahwa kehadiran puluhan mitra merupakan bentuk kepercayaan tinggi industri terhadap kualitas lulusan UNAIR dalam memberikan dampak positif bagi bangsa.

Bergabungnya 63 perusahaan mitra menunjukkan kepercayaan industri terhadap kualitas lulusan serta kekuatan program kemitraan yang UNAIR tawarkan. “Kami ingin memastikan setiap mahasiswa dan alumni Universitas Airlangga tidak hanya memiliki gelar akademik yang mumpuni, tetapi juga memiliki kesiapan karir, jejaring yang luas, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam menghadapi Indonesia Emas di tahun 2045,” pungkas Prof Nisful. nti

Pos terkait